PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Kominfosantik) Kalteng menyampaikan, target Kalteng dapat terbebas dari blank spot pada tahun depan.

”Menyelesaikan masalah blank spot memang tidaklah mudah, namun pemerintah menargetkan merdeka blank spot di Kalteng dapat terwujud pada tahun 2024 mendatang,” kata Kepala Dinas Kominfosantik Kalteng Agus Siswadi, beberapa waktu lalu.

Ia menyebut, berdasarkan data dari Ditjen PPI Kemenkominfo RI tahun 2022 jumlah menara yang tersebar di 13 kabupaten dan satu kota di Kalteng berjumlah 579 unit.

Jumlah tersebut terdiri dari 62 unit menara telekomunikasi yang dibangun tahun 2021 ditambah lagi sebanyak 517 unit menara pada tahun 2022.

Sebelumnya Agus Siswadi menyampaikan pada awal tahun 2021, Pemprov Kalteng melalui Diskominfosantik Provinsi Kalteng telah mengusulkan kepada Menteri Kominfo RI.

 Usulan terkait pembangunan menara telekomunikasi Base Transceiver Station (BTS) tersebut untuk 500 desa yang belum terjangkau sinyal telekomunikasi selular (blankspot) dan 465 desa bersinyal namun belum 4G.

Agus berharap pada tahun 2024, masyarakat Provinsi Kalteng dapat menikmati layanan telekomunikasi dan internet sampai ke pelosok-pelosok desa, sehingga dapat meningkatkan kemajuan bagi masyarakat dan desa. (HERMAWAN DP/H)