BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerhati Anak dan Remaja Widya Kumala Wati mengatakan, peran orang tua dan guru dibutuhkan untuk pembentukan karakter anak menjadi pribadi yang lebih baik.
Pasalnya, perilaku perundungan dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi. Ia mencontohkan seperti tidak adanya pendidikan karakter yang diberikan atau dicontohkan orang tua.
Kemudian, kurangnya perhatian atau pemberian perhatian yang berlebihan dari orang tua, tingginya tekanan psikis yang diterima anak, ataupun pengaruh lain, seperti pengaruh gadget, tontonan, permainan yang mengarah pada orientasi berperilaku yang negatif.
“Tingkah laku, kebiasaan dan pergaulan di lingkungan itu ikut andil memberikan kontribusi terciptanya pola pikir dan orientasi berperilaku yang negatif, termasuk didalamnya perundungan,” tuturnya baru baru ini.
Jadi, lanjut dia, pencegahan dan pengawasan, edukasi dan sosialisasi terhadap bahaya perundungan itu harus diberikan, khususnya oleh orang tua dan guru.
--page
Widya mengatakan, dampak perundungan yang terus berulang bahkan sampai mengganggu kesehatan mental remaja tidak bisa dianggap remeh.
Sebab mereka yang menjadi korban perundungan akan merasa tidak percaya diri, rendah diri, stress, takut, depresi, prestasi menurun, hingga bisa bunuh diri. (HERMAWAN DP/H)









