Istri Anggi, 21, tersangka penusukan terhadap pemilik Toko Dinda, Tiara Asih, 52, mendatangi keluarga korban di Jalan Karet, Palangka Raya, Minggu (13/3/2016). Dia merengek-rengek minta kasus yang nyaris menghabisi nyawa Tiara berakhir damai karena alasan dirinya sedang hamil tujuh bulan.
"Dia datang ke sini minta damai saja. Kami tidaklah. Apalagi terkena tusukan dan hampir saja meninggal dunia. Untungnya saja pisaunya itu tumpul," ucap adik korban Mama Indra.
Istri Anggi juga sempat terlihat datang ke kantor Polsek Pahandut untuk melihat wajah sang suami. Tak lama kemudian dia yang datang ditemani salah seorang warga kembali pulang. Wajahnya terlihat sendu begitu pergi dari kantor Mapolsek.
Kapolsek Pahandut AKP Ani Maryani memastikan Anggi diproses sesuai hukum yang berlaku. "Proses sidik," tegas Ani Maryani.
Peristiwa penusukan terhadap Tiara Asih terjadi di rumahnya, Jalan Karet, Palangka Raya, Minggu (13/3/2016) sekitar pukul 05.30 WIB.
Pelaku masuk dengan cara memanjat tembok. Lalu kembali masuk rumah lewat pintu belakang yang tidak tertutup. Korban yang sedang mengambil air wudhu memergokinya.
Korban kemudian disekap. Anggi lalu meminta duit kepada korban. Korban tidak langsung memenuhi permintaan itu tapi meminta tenggang waktu minimal bisa memberi pada Senin (14/3/2016).
Mendengar ucapan tersebut, Anggi naik pitam dan langsung menusuk korban ke arah leher dan tangan. Aksi brutal Anggi berlangsung mudah mengingat korban hanya tinggal bersama anak tunggalnya Dinda, siswi MTsN di Palangka Raya. Suaminya sendiri sudah meninggal dunia.
Dinda juga mengalami nasib yang sama. Dia turut disekap bahkan tangan dan kaki diikat serta mulutnya dilakban. Kemudian Dinda terkena luka di bagian perut dan tangan hasil gigitan pelaku.
Sesaat kejadian, korban masih mampu berteriak meminta tolong. Warga yang mendengar berdatangan. Ketika pelaku hendak kabur, warga berhasil menangkap. Tak pelak dia menjadi bulan-bulanan massa. Pelaku lalu diserahkan ke Polsek Pahandut untuk diproses. (BUDI YULIANTO/m)


