PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menangah (Disperindagkop UKM) Kotawaringin Barat (Kobar), memantau aktivitas perdagangan barang bekas impor seperti baju bekas atau trifiting.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menangah (Disperindagkop UKM) Kobar Alfan Khusnaini mengatakan pada prinsipnya pihaknya menunggu intruksi dari pemerintah pusat dalam hal ini Kemendag, untuk saat ini pihaknya masih melakukan pengawasan.

"Secara kedinasan kami menunggu intruksi dari Pemerintah Pusat, kemudian untuk fungsi kita sendiri adalah pengawasan dan pelaporan. Kalau penindakan itu ranahnya aparat penegak hukum (APH). Jadi kami melaporkan kondisi yang ada disini, terkait dengan aktifitas penjualan barang bekas impor, seperti pakaian bekas dan sejenisnya," kata Alfan Khusnaini saat dikonfirmasi belum lama ini.

Sebenarnya yang dilarang ini adalah aktivitas impornya. Hal tersebut dilakukan secara ilegal. Sementara itu, untuk berdagangnya dari Kemendag tidak ada larangan.

Sehingga, Kemendag memberikan kebijakan bagi pedagang yang masih memiliki stok, saat ini boleh berjualan dan diberikan kesempatan untuk menghabiskan stoknya.

"Untuk saat ini arahan Pemerintah Pusat penghabisan stok silahkan, dan saat ini yang ditegaskan adalah untuk pelarangan Impor, karena itu ilegal. Jadi, silahkan tetap berdagang, habiskan stok yang ada," jelasnya.

Untuk di Pangkalan Bun sendiri ini adalah pedagang, dan bukanlah sebagai importirnya. Kemudian, keberadaan pedagang baju bekas impor juga tidak marak seperti di kota - kota besar.

Alfan menambahkan keberadaan Trifting ini dinilai menutup peluang UMKM lokal. Disamping itu juga, barang diimpor dengan cara ilegal, sehingga hal ini menjadi perhatian serius pemerintah.

--page

Maka dalam hal ini, pihaknya juga mengajak masyarakat selaku konsumen, agar dapat bersama membangun Negeri dengan mencintai produk lokal, atau berbelanja prodik lokal.

"Program pemerintah dalan ajakannnya itukan berbunyi Bangga Berwisata di Indonesia, dan Bangga Buatan Indonesia, jadi ini yang saat ini terus digaungkan. Sehingga ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan baik," pungkasnya. (DANANG/R)