BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor mengatakan hingga kini belum diketahui bahan baku penyebab puluhan warga keracunan wadai ipau di Sampit.
"Kita belum tau persis tapi akibat kue itu warga kita banyak yang keracunan. Kita tidak tau sumber bahan mana yang menyebabkan keracunan," ujarnya, Sabtu, 1 April 2023.
Bupati mengatakannya setelah dirinya bersama Kepala Dinas Kesehatan Umar Kaderi mengunjungi korban keracunan wadai ipau di RSUD dr. Murjani, Sampit.
Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui sumber bahan baku penyebab keracunan itu. Pihaknya tengah menunggu hasil lab lebih lanjut, sebab pasien yang mengonsumsi tidak merasakan asam atau tanda-tanda basi dari makanan.
"Apakah santan yang sudah basi atau hal lain masih perlu diselidiki," bebernya. Sementara itu, Umar Kaderi menjelaskan hasil sementara penyebab keracunan ialah bakteri ecoli namun masih perlu pemeriksaan lebih lanjut berasal dari mana bakteri itu.
"Kami sudah melaporkan ke BBPOM Palngkaraya karena ini kewenangan Balai POM menentukan apakah ada bakteri itu," kata Umar.
--page
Hingga kini korban keracunan wadai ipau mencapai 40 orang, 17 diantaranya masih menjalani perawatan di RSUD dr. Murjani. Selebihnya telah sembuh dan beberapa dirawat di rumah. (DEWI PATMALASARI/R)









