BORNEONEWS, Sampit - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya mengambil sampel bahan baku wadai ipau diduga sebagai penyebab keracunan massal di Sampit.
"Kami ambil sampel yang belum diambil oleh Dinas Kesehatan. Yang mana kalau Dinas Kesehatan mengambil produknya, kami tadi mengambil bahan bakunya," kata Ketua Tim Sidak BBPOM Wiwik Wiranti, Sabtu, 1 April 2023.
Tim sidak BBPOM mengambil sampel langsung ke lokasi pedagang. Wiwik menanyakan proses pengolahan hingga bahan baku yang digunakan.
BBPOM mengambil sampel daging sapi, potongan kentang, potongan wortel dan air. Selanjutnya, bahan baku itu akan dilakukan uji di laboratorium BBPOM Palangka Raya.
"Uji mikrobiologi kami memerlukan waktu 1-2 minggu untuk memastikan penetapan angka penyebab parameter yang kita uji," bebernya.
--page
Sebelumnya, terjadi keracunan massal setelah warga mengonsumsi wadai ipau yang dibeli dari salah satu pedagang di Kecamatan Baamang. Hingga kini korban keracunan wadai ipau mencapai 40 orang bertambah 7 orang dari laporan sebelumnya, Sabtu, 31 Maret 2023. Sementara itu 17 korban masih menjalani perawatan di RSUD dr. Murjani.
Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor sempat menjenguk korban keracunan di RSUD dr. Murjani, Sabtu, 1 April 2023.
"Korbannya cukup banyak mungkin ada yang kena tapi tidak melapor. Tidak menutup kemungkinan masih akan bertambah lagi," demikian Bupati. (DEWI PATMALASARI/J)









