BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS mengirimkan tiga Usaha Kecil Menengah Koperasi atau UKMK untuk mengisi booth selama rangkaian kegiatan ASEAN Chairmanship pada 28-31 Maret 2023 lalu.
"Perwakilan UKMK Sawit BPDPKS adalah Santripreneur UKMK Sawit Pondok Pesantren Al Amin Dumai Provinsi Riau, UKMK Sawit Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia, serta UKM Batik Sawit," kata Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah dalam rilisnya pada Senin, 3 April 2023.
Ketiga UKMK ini menurut Helmi telah berhasil membuat produk turunan dari kelapa sawit, termasuk dari limbah kelapa sawit.
"UKM Batik Sawit ini misalnya, mereka yang menghasilkan batik dengan memanfaatkan malam batik berbasis sawit dan pewarna dari cangkang sawit," jelas Helmi.
Selain berkesempatan menampilkan produknya dalam ajang pameran, UKMK Sawit juga menurut Helmi mengikuti workshop Internasional.
Workshop on Promoting Digital Financial Inclusion and Literacy for MSMEs terdiri dari 2 seri workshop yaitu Workshop Sesi 1 enforcing Financial awareness to ASEAN SME dan Workshop seri 2 yaitu inclusivity for ASEAN Members Through Integrated Digital Financial Ecosystem.
"Kegiatan ini diadakan pada tanggal 30 Maret 2023 di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali," jelas Helmi. (TESTI PRISCILLA/R)









