SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kitawaringin Timur (Kotim) mengatakan kue ipau penyebab keracunan massal di Sampit positif mengandung bakteri ecoli dan salmonella. 

"Hasil dari Laboratorium Kesehatan Daerah untuk sementara adalah ecolinya positif dan salmonella positif," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi, Senin, 3 April 2023.

Bakteri ecoli memang ada di dalam tubuh manusia dalam batas tertentu. Namun pada kasus ini, bakteri ecoli mencemari makanan mengakibatkan kondisi upnormal pada tubuh warga yang mengonsumsinya. 

"Kemudian positif salmonella. Mestinya di dalam makanan itu tidak terkandung salmonella. Diduga pedagang menggunakan bahan baku yang terpapar bakteri salmonella melalui daging atau sayur-sayuran," ujarnya. 

Salmonella adalah salah satu jenis bakteri penyebab penyakit yang terkait dengan makanan. Penyakit infeksi salmonella, atau disebut salmonellosis, membuat penderitanya mengalami gejala sakit perut, diare, demam, nyeri dan kram di perut. Gejala tersebut dikeluhkan oleh semua korban keracunan kue ipau. 

--page

Umar mengatakan, saat ini Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya, Kalimantan Tengah masih meneliti lebih lanjut bahan baku kue ipau 

"Proses pemeriksaan BBPOM informasinya bisa sampai 1 atau 2 minggu untuk sementara penyebab keracunan yang berdasarkan hasil laboratorium yang dilakukan oleh labkesda adalah ecoli positif dan salmonella positif," bebernya. 

Hingga kini, korban keracunan kue ipau yang dibeli dari salah satu pedagang di Kecamatan Baamang mencapai 84 orang dan 1 orang meninggal dunia. (DEWI PATMALASARI/J)