PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah pusat menargetkan penurunan prevalensi stunting di tahun 2024 sebesar 14 persen. Untuk mencapai terget tersebut berbagai upaya terus dilaksanakan oleh pemerintah daerah baik itu provinsi, kabupaten maupun kota.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Suyuti Syamsul mengatakan, peran posyandu terhadap penanganan stunting adalah dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang, yaitu untuk mengukur dan menimbang berat badan.

"Sehingga jika ada anak yang tidak memenuhi standar berat badan berdasarkan usia atau tinggi badan, maka dengan cepat bisa dilaksanakan intervensi melalui posyandu," katanya, Senin, 3 April 2023.

Dia menjelaskan, untuk mengoptimalkan intervensi stunting, tiap-tiap posyandu telah dibekali dengan ketersediaan bahan makanan bergizi, yang bisa mendorong percepatan penurunan stunting di daerah.

"Di posyandu juga ada penyuluhan KB dan lain sebagainya. Upaya-upaya ini dapat dilakukan dalam menangani kasus stunting secara merata hingga tingkat paling bawah," jelasnya.

--page

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Tengah, Aryawan mengatakan, pihaknya akan melakukan upaya intervensi stunting melalui peran posyandu.

"Salah satu kegiatan posyandu adalah kegiatan pencegahan stunting. Dimana kita tahu posyandu mengetahui kecukupan gizi untuk anak. Posyandu juga rutin melakukan penimbangan anak," ucapnya. (NOPRI/J)