Warga Jalan Juanda, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang berhamburan keluar rumah saat kebakaran hebat menghanguskan sebuah rumah di jalan tersebut, Sabtu (12/3/2016) malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Rumah berukuran 10 x 20 meter itu milih Muhammad Taha, rumah itu didiami oleh Jumratul Rahaman alias Maman. Saat peristiwa nahas itu terjadi, Maman bersama istri dan tiga anaknya sedang menginap di rumah saudaranya. “Saat itu Maman tidak ada di rumah, dia nginap di rumah saudaranya,” kata Zumi saudara korban yang tinggal persis di rumah korban saat ditemui Borneonews usai pemadaman.
Awalnya, lanjut dia, terdengar bunyi kayu terbakar persis di samping kamarnya. Zumi pun langsung keluar dan melihat api tersebut sudah mulai membesar. Zumi langsung kembali masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan ketiga anaknya yang masih terlelap tidur.
“Api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh rumah tersebut. Saat kejadian, listrik baru saja nyala usai padam beberapa jam,” kata Zumi.
Menurut Zumi, api itu pertama kali muncul dari kamar korban yang berada di bagian belakang dan dengan cepat menjalar ke seluruh rumah yang didominasi konstruksi kayu tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu.
Namun rumah tersebut ludes terbakar dan sebagian menjalan ke atap rumah Zumi di sebelah kanan. “Rumah saya hanya sebagian atapnya saja terkena api, karena pemadam dengan cepat menyiramnya,” ucap Zumi.
Ditemui terpisah, Kepala Unit Pemadam Kebakaran Kotim Sunardi mengatakan, musibah kebakaran tersebut terjadi setelah beberapa saat listrik nyala.
Dan kemungkinan besar kebakaran tersebut akibat adanya konsleting listrik. “Kami menurunkan enam unit mobil damkar dan api bisa dipadamkan 30 menit kemudian. Sudah kami periksa keseluruh bagian rumah yang terbakar dan hanya ada tabung gas yang meledak. Namun api pertama kali muncul dari kamar korban,” ungkap Sunardi.
(MH/B-8)








