LEICESTER City akan me­lanjutkan usaha mem­­buru trofi Li­ga Primer Inggris mu­sim ini dengan mengha­da­pi Newcastle United di King Power Stadium, Selasa (15/3/2016) dini hari.


Bila berdasarkan hitung-hi­tungan di atas kertas, the Foxes berpeluang besar me­ra­ih poin penuh pada laga nan­ti mengingat lawan yang di­hadapi tengah dalam tren ne­gatif.


Hingga pekan ke-29 Liga Pri­­­mer Inggris, Newcastle ma­sih ber­kutat di zona degrada­si de­ng­an hanya meraih poin 24, hasil enam kali menang, enam kali seri, dan 16 kali ka­lah.


Poin Newcastle sama de­ng­an Norwich City di peringkat 18 dan ter­ting­gal satu po­in dari Sunder­land yang du­duk di batas aman zona de­gradasi. 


Selain masih berkutat di zo­­na merah, tim berjuluk the Magpies itu tidak sekalipun menang dari tujuh laga ter­akhirnya.


Statistik itu sudah bisa meng­­gambarkan betapa bu­ruk­­nya penampilan Fabricio Co­loccini dan kawan-ka­wan pa­da musim ini.


Meski begitu, bukan berar­ti ku­bu Leicester bisa mengang­gap enteng Newcastle. Per­gan­tian pelatih dari Steve Mc Claren ke Rafael Benitez ber­potensi menghadirkan ke­jutan pada laga nanti.


Bila tidak waspada bukan tak mungkin Jamie Vardy dan ka­wan-kawan akan gigit jari mes­ki bermain di kandang sen­diri.


Menyadari akan hal itu, pe­­la­­tih the Foxes Claudio Ra­nie­ri berusaha mengingat­kan skuadnya agar tidak me­nyombongkan diri jelang la­ga nanti.


Ranieri meminta Leicester ha­rus berusaha untuk selalu rendah hati. Dengan begitu, ba­kal terus berusaha sampai me­raih mimpi yang dicita-ci­ta­kan.


“Jangan sombong, teruslah ber­mimpi, santai dan rileks, itu membuat kami menyele­sai­kan pertandingan dengan baik,” kata Ranieri, Minggu (13/3/2016).


Enggan berjanji

Sementara itu, Rafael Be­ni­­tez belum berani menjanj­i­kan apapun jelang laga perta­ma­nya bersama Newcastle. Na­mun, ia meminta semua pi­hak di klub mendukungnya untuk berjuang bersa­ma-sama lolos dari zona de­gradasi.

“Semua harus berjuang ber­sama-sama. Saya minta du­kungan banyak orang agar bi­sa menyelesaikan tugas ini. Ayo Toon Army (kelompok su­porter Newcastle), klub dan saya butuh dukungan An­da secara maksimal,” tutur Benitez.

Namun sial bagi pelatih 55 ta­hun itu, jelang debutnya, ia masih harus kehilangan be­berapa pemain inti akibat cedera. (B-3)