SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Korban keracunan masal akibat kue ipau khas ramadan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengaku kecewa terhadap penjual yang masih bebas berjualan.

Menurut salah satu korban yang identitas tidak mau ekspos ini mengatakan, korban keracunan akibat kue ipau tersebut sudah cukup banyak bahkan ada yang meninggal dunia. Ini persoalan yang sangat serius.

"Sebagai aparat terkait tidak boleh membiarkan kasus ini mengendap dan harus diusut hingga tuntas, kasian kami yang sebagai korban," kata salah satu korban, Selasa, 4 April 2023.

Tidak hanya itu dirinya juga mengatakan, penjual kue tersebut seakan tidak ada beban apapun melihat kasus keracunan massal yang memakan puluhan korban. Padahal menurutnya, banyak bukti dan saksi yang mengarah bahwa dari tempat itulah para korban membeli kue ipau tersebut.

"Dari hasil lab pun menunjukkan secara faktual bahwa kue ipau yang dijual mengandung bakteri mematikan. Jadi untuk itu saya menyangkan belum ada tindakan," ungkap korban.

--page

Lanjutnya, korban juga menyayangkan penjual kue tersebut, penjual tidak menyampaikan simpati kepada para korban, yang ada pihak penjual justru terus membantah hal tersebut.

"Saya dan keluarga selaku korban sangat kecewa dan prihatin sekali terhadap hal ini. Kami menaruh harapan kepada pihak aparat untuk diusut tuntas kasus ini," bebernya

Sementara itu, Kapolres Kotim AKBP Sarpani mengatakan, saat ini pihaknya telah memeriksa 10 orang lebih saksi terkait keracunan massal tersebut. Pihaknya juga telah telah menerjunkan tim dari Dokter Kesehatan Polres Kotim.

"Kemarin juga sudah melakukan penyelidikan dan mengambil keterangan dari saksi juga korban. Termasuk penjual juga sudah kami mintai keterangan," kata Kapolres Kotim AKBP Sarpani. (BUDDI/J)