PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sengkon meminta kepada pemda di Kalteng ini untuk dapat mengawasi penyaluran atau distribusi gas elpiji bersubsidi 3 kilogram, sehingga ketersediaannya tetap aman terutama selama Ramadan hingga Idul Fitri mendatang.

Menurut dia, saat Ramadan hingga Indul Fitri, tingkat konsumsi rumah tangga masyarakat semakin meningkat. Belum lagi selama momen Ramadan, banyak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama di bidang kuliner yang bermunculan. Sehingga kebutuhan akan gas elpiji pun akan turut meningkat.

"Kami meminta agar pemda melalui instansi terkait dan seluruh pemangku kepentingan dapat mengawasi penyaluran distribusi gas elpiji ini. Sebab, saat ini permintaan masyarakat sangat tinggi kalau ada keterlambatan atau bahkan kekosongan, maka dampaknya bisa sangat luar biasa," ujarnya, Selasa, 4 April 2023.

Dirinya berharap, pengawasan maupun sidak yang dilakukan pemerintah tidak hanya sebatas formalitas, namun benar-benar bisa secara selektif menertibkan agen atau pangkalan gas yang melakukan kecurangan, sehingga betul-betul ada efek jera.

"Masyarakat juga diharapkan bisa berperan untuk turut membantu dalam mengawasi. Karena peran pengawasan ini tidak hanya sebatas dari pemerintah saja. Dengan kerja sama tentu ruang gerak oknum atau mafia gas ini akan semakin terbatas nantinya," jelasnya.

--page

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) Palangka Raya, Samsul Rizal mengatakan secara umum ketersediaan gas elpiji selama Ramadan hingga jelang Idul Fitri diperkirakan mencukupi.

Diungkapkan bahwa penyaluran gas elpiji setiap hari di Kota Palangka Raya rata-rata sebanyak 10.160 tabung. Sejauh ini, untuk stok di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di daerah setempat terdapat 38,7 metrik ton dan selalu ditambah pasokannya atau memperlengkapi setiap harinya.

Selain itu, untuk menghadapi lonjakan permintaan pada bulan Ramadan hingga Idulfitri 2023, pihak Pertamina sendiri juga menyiagakan tambahan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram yakni sekitar 5 sampai 7 persen atau sebesar 15.120 tabung.

"Itu artinya masyarakat di Kota Cantik tak perlu khawatir terkait kelangkaan terhadap gas elpiji 3 kilogram, karena pihak Pertamina juga sudah mengantisipasi adanya tingginya permintaan gas elpiji selama Ramadan hingga Idul Fitri," tukasnya. (DONNY D/Y)