Air sungai yang tengah pasang mengandung jebakan. Satu orangtua pun hilang tenggelam setelah sebuah perahu kecil bermesin (kelotok cess) berpenumpang tiga orang, tersedot pusaran air atau ulak di Sungai Sura Panji, Desa Muara Talang, Kecamatan Dusun Selatan, Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah. 


Korban hilang adalah Hinal Bin Hurman (60 tahun), warga Desa Talio RT 07/RW 03 Kecamatan Karau Kuala. Anaknya, Susanti Binti Hinal (33) dan sang cucu Siti Aisyah (14), dapat tertolong dari peristiwa maut itu.


Mereka berangkat dari Desa Talio untuk berbelanja di Buntok, ibu kota Barsel, dengan menggunakan kelotok cess, Sabtu (12/3/2016) pagi. Butuh waktu sekitar 1,5 jam untuk sampai tujuan.


Masuk jalan pintas


Di tengah perjalanan, Hinal memilih berbelok dari Su-ngai Barito lewat jalan pintas, yakni menyusuri Sungai Sura Panji yang airnya sedang pasang sehingga mudah dilalui.  Harapannya, bisa memangkas waktu 30 menit lebih cepat ke kota Buntok. 


“Namun, sebelum sampai tujuan yang sekitar 30 menit lagi, kelotok kami karam karena terisap dan masuk ke dalam pusaran air yang pada saat itu cukup deras,” kata Susanti kepada Borneonews sambil terisak, Minggu (13/3/2016).


Ketika kelotok karam di sekitar kolong jembatan gantung Sura Panji, dia bersama anaknya, Siti Aisyah, berenang untuk menyelamatkan diri. Lalu, mendapati sebatang kayu yang mengapung untuk berpegangan. 


Tak berselang lama, mereka diselamatkan oleh warga yang kebetulan melintasi daerah itu dengan perahu. Namun, sang ayah tak terlolong karena menghilang ditelan ulak bersama kelotoknya.


‘’Sampai malam ini korban belum ditemukan,” kata Kapolsek Dusun Selatan, AKP Tri Prasetyo, tadi malam pukul 19.00 WIB. 


Pencarian dilakukan tim SAR gabungan hingga radius 4 kilometer, yaitu lokasi pusaran air lainnya di ulak Perahu, Daerah Aliran Sungai (DAS) barito. “Jika sampai pukul 20.00 belum membuah hasil, pencarian sementara akan dihentikan untuk dilanjutkan besok,” kata Tri. (UR/B-1)