PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemprov Kalteng telah mencanangkan pembangunan rice milling atau penggilingan padi modern di dua daerah yakni Kabupaten Pulang Pisau tepatnya di Desa Pantik yang masuk dalam kawasan food estate dan Kotawaringin Timur (Kotim) di Desa Lempuyang.

Menanggapi itu, Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh menilai pembangunan penggilingan padi modern tersebut akan dapat memberikan dampak positif bagi daerah maupun masyarakat di wilayah Bumi Tambun Bungai ini terutama para petani khususnya pada aspek peningkatan perekonomian.

"Pastinya kita mendukung pencanangan pembangunan penggilingan padi modern tersebut. Karena, memang di Kalteng belum ada, nah itu nanti pastinya akan memberikan dampak positif bagi daerah dan masyarakat dari segi peningkatan ekonomi terutama bagi para petani," katanya, Rabu, 5 April 2023.

Selain itu, adanya penggilingan padi modern di wilayah Kalteng maka akan dapat mendukung ketahanan pangan terutama beras di provinsi ini. Sebab, untuk memproduksi beras para petani tidak lagi menjual gabah kering ke luar daerah tapi lebih memanfaatkan atau memilih yang ada dalam daerah.

"Selama ini kan para petani kebanyakannya menjual gabah kering ke luar daerah, jadi produksi berasnya diluar daerah. Nah, apabila sudah ada penggilingan padi modern yang mampu memproduksi besar dengan skala besar maka petani tidak lagi menjual gabah keringnya keluar daerah," jelasnya.

--page

Di sisi lain, dengan kuatnya ketahanan pangan di Kalteng ini kedepan maka bisa mendukung provinsi ini menjadi salah satu daerah penyangga pangan Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia baru yang ada di Kaltim kedepan, sebab memang Bumi Tambun Bungai sendiri memiliki potensi akan hal itu.

"Jadi dampaknya tidak hanya bagi Kalteng sendiri tapi juga secara nasional apabila kita mampu memproduksi pangan secara besar-besaran. Harapan kita juga tentu, pembangunan penggilingan padi modern itu bisa ditambah ke wilayah-wilayah yang memiliki potensi pertanian yang menjanjikan misalnya DAS Barito maupun Kapuas," tandasnya. (DONNY D/J)