PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalteng, Bryan Iskandar berharap kepada pemda baik provinsi, kabupaten dan kota bersama pihak terkait supaya dapat meperhatikan kebutuhan listrik masyarakat yang ada di wilayah pedesaan.

Bryan mengungkapkan, sampai sekarang ini masih banyak wilayah pedesaan di Kalteng yang belum memiliki listrik memadai bahkan tidak ada sama sekali jaringan listrik 24 jam dari PLN, sehingga hal itu patut menjadi fokus perhatian pemerintah saat ini untuk melakukan percepatan pembangunan.

"Kita contohkan saja seperti di wilayah Kabupaten Kotim, disana masih banyak desa yang belum menikmati jaringan listrik 24 jam PLN. Ketika kita melaksanakan reses disana juga kerap menerima aspirasi dari masyarakat terkait hal tersebut," ungkapnya, Rabu, 5 April 2023.

Bryan menuturkan, memang pada dasarnya sebagian desa ada juga yang memiliki listrik, namun itu hanya mengandalkan mesin genset secara mandiri dan tidak mampu hidup selama 24 jam. Listrik hanya bisa menyala pada waktu malam hari saja, sehingga aktivitas masyarakat pun kurang maksimal.

"Keberadan listrik ini tidak hanya untuk penerangan, tapi juga aktivitas lain seperti perekonomian maupun pemerintahan desa, pendidikan dan kesehatan. Misalnya di Kecamatan Arut Utara tepatnya di Desa Nanga Mua disanab kebutuhan listrik belum memadai, masyarakat hanya menggunakan genset," ujarnya.

--page

Ia menambahkan, dengan kondisi seperti sekarang ini di mana BBM mengalami kenaikan, bagi masyarakat yang mengandalkan mesin genset untuk mendapatkan listrik hal itu tentu akan menambah beban. Oleh karenanya, pihak pemda bekerja sama dengan PT PLN diharapkan agar dapat memperhatikan kebutuhan masyarakat itu.

"Hal-hal terkait dalam upaya percepatan pembangunan jaringan listrik ini perlu juga diperhatikan seperti keberadaan infrastruktur jalan maupun jembatan, sebab di sejumlah wilayah itu ada sulit untuk menjangkau desa terutama pelosok, nah apabila onfrastruktur memadai maka jaringan listrik pun bisa secepatnya dibangun," tukasnya. (DONNY D/J)