BORNEONEWS, Palangka Raya - Komisaris Independen pada Dewan Komisaris PT Perkebunan Nusantara IV atau PTPN IV, Atas Wijayanto mengatakan bahwa potensi Indonesia terkait sektor pertanian sangatlah besar.
"Indonesia terletak di sekitar khatulistiwa, dengan penyinaran matahari yang sempurna dan curah hujan yang cukup, mempunyai potensi yang sangat besar untuk mengembangkan sektor pertanian, khususnya perkebunan yang mana mempunyai potensi yang cukup besar dalam menghasilkan devisa negara dan mempengaruhi perekonomian nasional," kata Atas pada Rabu, 5 April 2023.
Menurut Atas, komoditi perkebunan besar yang berpotensi di Indonesia antara lain Kelapa sawit, Tebu, Karet, Teh, Kopi, Tembakau, dan Lada.
Hal ini disampaikan Atas saat menjadi salah satu pembicara dalam Webinar Mahasiswa Program Pascasarjana Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Universitas Sumatera Utara bertajuk Pengembangan SDA sebagai Penopang Perekonomian Masyarakat yang dilakukan secara online. Dalam kegiatan tersebut Atas membawakan materi bertajuk Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit yang Berkelanjutan.
"Sumber Daya Alam adalah aset yang harus dilestarikan, oleh karena itu pengembangan sektor pertanian dan perkebunan harus tetap memperhatikan aspek kelestarian alamnya agar kelak bisa dimanfaatkan sampai anak cucu kita," bebernya lagi.
--page
Webinar tersebut dibuka oleh Direktur II Sekolah Pascasarjana USU Prof Hamidah Harahap mewakili Direktur Pascasarjana USU, Prof T Sabrina. Selain itu pula, hadir dalam webinar ada Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana USU, Evawani Aritonang dan tentu saja Ketua Program Studi S2 dan S3 Pascasarjana Pengelolaan Sumberdaya Alam, USU, Prof Rahmawaty sebagai Keynote Speaker pertama serta Prof Dr Abdul Rauf sebagai Keynote Speaker kedua. Selain itu, hadir sebagai Penanggap dalam webinar ada Prof Dr Ritha F Dalimunthe. (TESTI PRISCILLA/Y)









