SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Gabungan Pengusaha Perkebunan (GPPI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Siswanto mengingatkan agar pekerja jangan memaksakan dirinya untuk cuti mudik sebelum dapat tiket. 

"Kalau tidak dapat tiket jangan dipaksakan pergi ke Sampit dan ambil cuti. Karena akan sia-sia saja, apalagi jadwal keberangkatan terutama kapal sudah banyak yang penuh," ujar Siswanto. 

Hal tersebut diserukannya agar karyawan atau anggota GPPI yang mudik bisa merencanakan sejak jauh-jauh hari. Baik itu uang saku, izin cuti, dan tentunya tiket, pesawat ataupun kapal laut sudah harus dipegang. 

"Saat ajukan cuti, karyawan harus bisa pastikan sudah dapat tiket, jangan sampai memaksakan diri tetap datang ke Sampit namun tiket belum dipegang. Itu bisa menyebabkan terjadinya penumpukan penumpang," kata Siswanto. 

Siswanto memprediksi jumlah pemudik pada Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah ini mengalami peningkatan, bahkan bisa lebih dari dua kali lipat. Lantaran banyak warga yang tidak bisa mudik saat pandemi COVID-19 sehingga tahun ini baru bisa pulang ke kampung halaman. 

--page

Meski begitu, ia yakin penumpukan penumpang tidak akan terjadi seperti yang dikhawatirkan. Terutama dari para karyawan perkebunan kelapa sawit yang ada di daerah ini. Hal itu karena pekerja sudah diingatkan untuk tidak cuti dan datang ke pelabuhan jika belum mengantongi tiket. 

Ia menjelaskan, cuti karyawan di Perusahaan Besar Swasta (PBS) perkebunan tidak sama seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jadwal cuti PNS sesuai cuti bersama yang ditetapkan pemerintah, sedangkan cuti karyawan didasarkan pada usulan dan izin yang disetujui. 

Untuk itulah ia yakin tidak akan terjadi penumpukan penumpang yang tidak terangkut. Apalagi GPPI sudah mengimbau dan dilanjutkan masing-masing perusahaan untuk mengingatkan karyawan agar memastikan telah mendapat tiket sebelum memutuskan mengajukan cuti mudik. 

Karyawan harus memastikan semuanya sudah siap. Karena masa cuti karyawan terbatas, hanya 12 hari atau paling lama 15 hari dengan toleransi di perjalanan. 

"Cuti sesuai permohonan yang direncanakan dan sesuai izin perusahaan. Masing-masing perusahaan sudah diminta menanyakan ketersediaan tiket. Kalau tidak dapat tiket maka tidak mungkin mereka mau cuti," kata Siswanto. 

--page

Siswanto menambahkan seluruh perusahaan perkebunan anggota GPPI berkomitmen mendukung pemerintah dalam kelancaran dan keamanan penyelenggaraan arus mudik Lebaran. Perusahaan juga siap membantu upaya-upaya mendukung kelancaran arus mudik tersebut. 

Sementara itu terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), seluruh perusahaan anggota GPPI sudah diimbau untuk membayarnya sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah. Dengan begitu pekerja bisa memanfaatkan THR untuk keperluan merayakan Hari Raya Idul Fitri. (MUHAMMAD HAMIM)