Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) mempberikan tiga alternatoif tempat pindah kepada eks pedagang Pasar Pelita Hulu yang menjadi korban kebakaran.
Bupati Mura, Perdie M Yoseph saat kegiatan penyerahan bantuan bagi korban kebakaran di halaman SDN Beriwit 1 menyampaikan rencana relokasi agar para pedagang bisa diakomodasi dan tidak sembarangan berjualan di lokasi bekas kebakaran.
"Lokasi kebakaran sudah tidak memungkinkan lagi bagi para pedagang untuk berjualan karena bila dipaksakan akan menggangu lalu lintas jalan. Untuk itu kita pikirkan lokasi baru yang dianggap strategis," ungkap Bupati, Senin (14/3).
Bupati mengatakan, tiga lokasi itu di antaranya di Jalan Gatot Subroto, di Alun-alun Jorih Jerah, dan didekat terminal yang ada di wilayah Desa Bahitom.
Untuk sementara waktu Bupati memerintahkan untuk Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Mura segara mendata pedagang dan menempatkannya di los atau bangunan pameran yang masih kosong.
Untuk jangka panjang, kata Perdie, di samping Teminal Bahitom ada lahan seluas dua hektare milik pemerintah daerah. Lokasi ini cukup strategis karena dekat dengan pelabuhan sungai serta dekat dengan akses dari jalur darat.
Menyinggung masalah kegiatan pemberian bantuan kebakaran, Kepala BPBD Kabupaten Mura yang juga Ketua Posko Bencana Kebakaran, Markudius Dani menyampaikan, dampak dari bencana kebakaran yang terjadi pada 7 Maret lalu ada sekitar 776 warga atau 267 kepala keluarga yang menjadi korban.
"Kerugian diperkirakan mencapai Rp27 miliar. Untuk bantuan terkumpul berupa uang kurang lebih Rp171.000.000, serta barang berupa beras, mie instan, air mineral serta lain sebagainya," ungkap Dani. (SUPRI ADI/m)


