PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Program Studi S2 dan S3 Pascasarjana Pengelolaan Sumberdaya Alam, Universitas Sumatera Utara atau USU, Prof Rahmawaty dalam Webinar Mahasiswa Program Pascasarjana Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Universitas Sumatera Utara bertajuk Pengembangan SDA sebagai Penopang Perekonomian Masyarakat yang dilakukan secara online pada Rabu, 5 April 2023 mengatakan bahwa pembibitan dan penanaman pohon berbasis masyarakat dapat dimanfaatkan dalam pengembangan SDA.

"Program penghijauan atau rehabilitasi lahan secara massal menggunakan pohon serbaguna yang diminati masyarakat bisa jadi alternatif keterlibatan komunitas dalam pengembangan sumber daya alam," kata Prof Rahmawaty dalam webinar tersebut.

Dengan cara ini menurutnya akan banyak manfaat yang bisa dirasakan di antaranya, masyarakat ikut merasa memiliki, ketersediaan bibit di sekitar lokasi untuk menghindari stress dan efisien dalam pengangkutan, masyarakat sebagai pelaku penghijauan atau reboisasi dapat sekaligus menjadi pengamanan terhadap SDA.

"Masyarakat juga akan menanam dan memelihara serta masyarakat ikut sejahtera melalui metode bibit yang dibeli dari masyarakat," tuturnya.

Hal ini harus dilakukan menurutnya mengingat komunitas masyarakat menjadi satu elemen penting dalam pentahelix atau multipihak yang merupakan unsur kolaborasi yang menggabungkan berbagai pihak diantaranya, Academy, Business, Community, Government, and Media atau ABCGM.

--page

"Bisa juga perencanaan dan perakitan teknologi berbasis masyarakat untuk diterapkan.  Masyarakat dilibatkan sejak perencanaan hingga perakitan teknologi. Dilakukan di tingkat tapak atau masyarakat. Masyarakat dapat mengenali dan mengatasi kendala yang terjadi. Ini akan lebih memudahkan adaptasi," tegasnya.

Webinar ini dimoderatori oleh Mahasiswa Pascasarjana PSL-USU, Mahendra B Sitinjak dengan narasumber antara lain Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr Dolly Priatna, lalu Komisaris Independen pada Dewan Komisaris PT Perkebunan Nusantara IV, Atas Wijayanto, serta ada Praktisi Budidaya Lebah Madu, Slamet Suryadi.

Webinar tersebut dibuka oleh Direktur II Sekolah Pascasarjana USU Prof Hamidah Harahap mewakili Direktur Pascasarjana USU, Prof T Sabrina. Selain itu pula, hadir dalam webinar ada Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana USU, Evawani Aritonang dan tentu saja Ketua Program Studi S2 dan S3 Pascasarjana Pengelolaan Sumberdaya Alam, USU, Prof Rahmawaty sebagai Keynote Speaker pertama serta Prof Dr Abdul Rauf sebagai Keynote Speaker kedua. Selain itu, hadir sebagai Penanggap dalam webinar ada Prof Dr Ritha F Dalimunthe. (TESTI PRISCILLA/H)