BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Taufik Saleh mengatakan bahwa uang palsu tidak akan diganti oleh Bank Indonesia, karenanya masyarakat diminta berhati-hati agar tidak mendapatkan uang palsu dalam transaksi keuangan.
"Transaksi digital dapat menghindarkan masyarakat dari kemungkinan menerima uang palsu, yang mana dapat merugikan masyarakat mengingat uang palsu tidak dapat memperoleh penggantian," kata Taufik Saleh dalam kegiatan Temu Media di Gedung BI Kalteng pada Rabu, 5 April 2023 sore.
Untuk itu, lanjut Taufik Saleh, masyarakat diminta agar lebih mengutamakan transaksi secara digital dengan memanfaatkan QRIS maupun transaksi melalui mobile banking dan e-banking.
"Bank Indonesia Kalteng menargetkan volume transaksi QRIS pada tahun 2023 dapat mencapai 1,85 juta transaksi," tuturnya lagi.
Sementara itu perkembangan transaksi ekonomi digital sejak pandemi Covid-19 menurut Taufik Salehterus meningkat.
--page
"Kebiasaan masyarakat selama pandemi Covid-19 yang bertransaksi secara digital karena terbatasnya mobilitas berlanjut, mengingat transaksi secara digital dinilai lebih cepat dan efisien," pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/H)









