BORNEONEWS, Sampit - Ketua KPU Kabupaten Kotawaringin Timur Siti Fathonah Purnaningsih mengatakan e-coklit di daerah ini masih mengalami kendala jaringan internet.
"Usaha KPU RI untuk digitalisasi menggunaka e-coklit memang ada kendala. Segala sesuatu yang baru dimulai pasti ada kendala," ujarnya, Kamis, 6 April 2023.
E-coklit merupakan hal baru untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih melalui sistem online. E-coklit hanya dapat di akses oleh petugas pemutakhiran daftar pemilih (Pantarlih) melalui smart phone.
Pada umumnya permasalahan dihadapi Pantarlih di Kotim adalah jangkauan internet. Mereka tidak dapat menemukan nama warga dalam sistem e-coklit saat signal lemah.
"Sehingga Pantarlih memasukkan nama warga dalam daftar pemilih baru, terjadi kegandaan data. Data e-coklit bisa masuk 5 hingga 10 kali karena penginputan berulang," lanjutnya.
Masalah kegandaan data pemilih dapat dilihat dari sistem sidalih yang hanya dapat di akses oleh KPU Kabupaten Kotim.
"Kami akan mengetahui data ini ganda lalu akan digolongkan tidak memenuhi syarat. Sehingga daftar pemilih dapat diperbaiki di KPU Kabupaten," tandasnya.
--page
KPU Kotim baru saja melakukan rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih sementara, Rabu, 5 April 2023. Siti memaparkan jumlah DPS 305.835 dan jumlah TPS 1.172, 13 diantaranya TPS lokasi khusus. Menurutnya, DPS masih akan berubah melalui tanggapan masyarakat. (DEWI PATMALASARI/R)









