BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) Supriyadi meminta kepada Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Drajat Paciran dapat mengutamakan penumpang dan kendaraan keluarga menjelang arus mudik.
“KMP Drajad Paciran yang beroperasi di Pelabuhan Bahaur, Kecamatan Kahayan Kuala dengan rute Bahaur-Paciran ini telah kita minta untuk mendahulukan para penumpang dan kendaraan keluarga dengan mengurangi mengangkut truk menjelang arus mudik,” katanya.
Yang demikian, dikatakan Supriyadi merupakan salah satu point yang menjadi kesepakatan dalam pelaksanaan rapat persiapan menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah tahun 2023 bersama sejumlah unsur terkait.
Ia menuturkan bahwa rapat yang dilaksanakan tersebut menghasilkan sebanyak 17 point guna mendukung terwujudnya ketertiban lalu lintas laut, sungai dan danau serta keselamatan penyeberangan pada arus mudik-arus balik Hari Raya Idul Fitri.
Bahkan menurut dia, Pelabuhan Bahaur yang saat ini telah diserahkan kepada pihak pengelolaannya kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sehingga bukan lagi berada di bawah kewenangan pemerintah setempat.
--page
“Dan KSOP juga disepakati bisa menyediakan ruang tunggu yang representatif, meningkatkan kebersihan dan penerangan. Selain itu menyediakan tempat ibadah, ruang pemeriksaan kesehatan, toilet, hingga ketersediaan tempat parkir alternatif,” bebernya.
Ditambahkan dia, dengan adanya pelonggaran seluruh aturan setelah COVID-19 menurun oleh pemerintah maka di tahun 2023 ini pemudik diperkirakan akan mengalami lonjakan disbanding tahun sebelumnya.
Sehingga sebagai Langkah awal mengantisipasi terjadinya peningkatakan pemudik diperlukan berbagai Langkah guna masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas serta mendapatkan rasa aman dan nyaman selama mudik dan arus balik.
“Untuk angkutan kapal penyeberangan ini juga telah diminta operasional guna berpasangan atau lebih dengan mempertimbangkan kondisi muatan sehingga masa tunggu dan antrian panjang bisa diminimalisir,” ujarnya.
Di mana untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihaknya juga meminta para pengelola kapal feri penyeberangan untuk mengurangi muatan, melengkapi alat-alat keselamatan, serta mematuhi tonase yang telah ditetapkan.
--page
Khusus pelabuhan penyeberangan Mintin-Anjir Sampit, pengelola kapal penyeberangan diminta memikirkan tempat parkir alternatif yang aman dengan menyiapkan petugas sesuai dengan jadwal angkutan feri karena tidak diizinkan parkir di bahu jalan yang bisa membahayakan pengguna jalan lain.
“Untuk posko sama seperti tahun sebelumnya yang didirikan di beberapa titik agar bisa dimanfaatkan oleh para pemudik untuk mendapatkan pelayanan, selain keberadaannya juga bisa memberikan rasa aman kepada pemudik,” pungkasnya. (ahm)









