BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Rumah Juang Kabupaten Kapuas dapat menjadi objek wisata sejarah/heritage tourism yang mana juga jadi salah satu tujuan wisata edukasi dengan sasaran para pelajar/mahasiswa untuk mengetahui peristiwa sejarah pada masa penjajahan Belanda.
Tak jauh dari makam pahlawan Surya Chandra, rumah juang tersebut terletak di Tepi Sungai di Anjir Serapat Km 10 Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Lokasi itu tentunya juga terbuka untuk umum wisatawan mancanegara dan domestik.
Dikutip dari laman Disbudpora Kapuas (Pariwisata Kps) di rumah itu menyimpan cerita, kisah gugurnya salah satu syuhada, seorang pemuda bernama H Amberi yang melakukan perlawanan terhadap penjajah. Diketahui dari Ibu Maskanah keponakan H Amberi bahwa rumah tersebut milik H Mastur yang tak lain adalah orang tua H Amberi.
Saat penyerangan pasukan musuh pada Desember 1945, kala itu H Amberi sempat melakukan perlawanan dengan senjata tradisional seadanya.
Namun, akhirnya gugur karena tembakan pasukan penjajah.
--page
"Beliau (H Amberi) wafat di dalam rumah ini, usai salat Dhuha," cerita Maskanah.
Diketahui dari cerita orangtuanya, Maskanah menuturkan, banyaknya tembakan senapan mesin yang dimuntahkan pasukan musuh hingga rumah penuh asap.
Hingga kini, pada dinding kamar dan daun pintu di rumah juang itu masih terlihat jelas bekas lubang peluru.
Bangunan berkonstruksi kayu itu masih berdiri, namun rumah tinggi dengan arsitektur tempo dulu itupun kini sudah nampak lapuk sebagian karena dimakan usia.
Rumah juang teresebut salah satu peninggalan sejarah Kemerdekaan RI yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Provinsi Kalimantan Tengah akan direvitalisasi tanpa menghilangkan ciri khas dan nilai sejarahnya.
--page
Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kapuas, Agathe yang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan, Ivan Yulius, telah mendampingi Tim Ahli Cagar Budaya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah ke lokasi Rumah Juang itu.
"Mereka meninjau lokasi yang akan direhab melalui APBD Provinsi Kalimantan Tengah," kata Ivan Yulius, Sabtu, 8 April 2023. (DODI RIZKIANSYAH/H)









