BORNEONEWS, Palangka Raya - Masjid Nurul Islam merupakan salah satu masjid raya tertua di Kota Palangka Raya yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pahandut.
Pengurus Masjid Nurul Islam Ustad Muhammad Hasbi menyampaikan ada kegiatan unik yang dilakukan pengurus masjid dalam hal ngabuburit atau menunggu waktu buka puasa yaitu dengan cara belajar kitab kuning, Tahsin dan tadarus Alquran.
Kegiatan belajar kitab kuning dan Alquran ini dilakukan mulai pukul 13.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB setiap hari dengan waktu selama 25 hari ke depan, terhitung dari awal puasa Ramadan.
"Untuk tahun ini Alhamdulillah ada sekitar 18 orang yang mengikuti kegiatan ngabuburit atau pesantren kilat Nurul Islam dimana ada dua anak usia SMP dan ada 16 orang dengan usia rata-rata 40 tahun," katanya, Sabtu, 8 April 2023.
Kegiatan pesantren ini dilaksanakan selama 25 hari pada Ramadan. Mereka yang belajar di pesantren kilat Nurul Islam dikenakan biaya administrasi Rp 150.000 dengan fasilitas tiga kitab yang menjadi pegangan untuk belajar dan disediakan rehal, Alquran dan tempat belajar.
--page
“Kitabnya Ad-durus Ramdhniyyah tentang khusus masalah puasa, kitabnya tentang saraf, yakni ilmu alat dalam pesantren atau ilmu kebahasaan dalam Bahasa arab untuk menentukan makna yang terdapat dalam Alquran ataupun hadis,” pungkasnya. (PATHUR/R)









