Keresahan keluar­ga Uyuliansyah akhirnya terjawab. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan tersebut ditemukan tewas mengapung di bawah Jembatan Bejarum, Kecamatan Kota Besi, Senin (14/3/2016).


“Jasad korban ditemukan oleh warga sekitar pada hari Senin sekitar pukul 14.00 WIB,” kata Kapolsek Kota Besi Iptu M Syafuan saat dihubungi Borneonews melalui telepon selulernya.


Ia melanjutkan korban izin pergi dari rumah untuk mencari ikan dengan menggunakan perahu kelotoknya, Sabtu (12/3/2016) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Sang istri pun langsung mengizinkan, pasalnya mencari ikan memang pekerjaannya sehari-hari.


“Kondisi tubuh korban saat ditemukan sudah membengkak, dan masih menggunakan pakaian merah. Sementara perahu yang digunakan korban saat mencari ikan ditemukan tetangganya pada hari Minggu,” kata Syafuan.


Menurut Syafuan, berdasarkan penuturan keluarganya, mereka tidak ada sedikit pun firasat buruk saat korban pergi. Namun, mereka panik setelah Uyuliansyah tidak kunjung pulang hingga pagi hari. Para kerabat dan tetangga pun langsung melakukan pencarian dan menemukan perahu korban sekitar dua kilometer dari rumahnya.  


“Mendapatkan hal itu, wargapun langsung melaporkan hal itu ke Mapolsek Kota Besi. Sehingga para aparat, Tim SAR, dan sejumlah warga lainnya langsung melakukan pencarian di wilayah perairan tersebut,” terang dia.


Polisi, kata Syafuan, dengan dibantu warga selama satu hari satu malam melakukan pencarian. Namun jasad kor-ban baru ditemukan Senin. Setelah ditemukan, jasad korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk divisum. Sedangkan kepastian penyebab tewasnya korban belum diketahui. (MH/B-8)