PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya 0 Kepala Divisi Program Pelayanan, Direktorat Penyaluran Dana pada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Arfie Thahar mengatakan bahwa topik penelitian yang didanai BPDPKS dalam Program Grant Riset Sawit atau GRS 2023 ini ialah yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah, peningkatan produktivitas, pengembangan pasar, dan pendapatan petani, antara lain pengembangan material baru berbasis sawit dan biomassanya dengan menghasilkan nilai tambah tinggi, seperti ekstraksi furfural, bioavtur, carbon black, biolubricants, dan oleochemical lainnya.

"Dari sisi hulu, dikembangkan juga dari bidang pemuliaan tanaman kelapa sawit untuk menghasilkan bibit unggul peningkat produktivitas serta tahan penyakit Ganoderma dan pengembangan produk pangan dan pakan bernutrisi tinggi berbasis kelapa sawit," kata Arfie dalam rilisnya pada Sabtu, 8 April 2023.

Selain itu kajian sosial ekonomi juga dikembangkan melalui studi di lingkungan perkebunan, pekerja di industri kelapa sawit dan kajian sertifikasi mendukung kelanjutan dan penguatan industri sawit sebagai sebuah ekosistem yang lengkap dan terhubung satu dengan lainnya.

"Di samping itu, kajian-kajian kelembagaan petani dan keberlanjutan usaha kelapa sawit di tingkat petani dan aplikasi teknologi Petanian 4.0 juga telah didanai," Arfie menjelaskan.

Selain mengelola 46 usulan itu, menurut Arfie, dengan mekanisme pengusulan penelitian tahun jamak sampai dengan 3 tahun, BPDPKS saat ini juga mengelola pendanaan penelitian dari Univesitas Malikussaleh, Universitas Sumatera Utara, Universitas Riau, Universitas Bengkulu, Universitas Tanjungpura, dan Universitas Tadulako. 

Topik-topik yang dikaji menyangkut model-model pembangunan kebun kelapa sawit rakyat dan upaya percepatan sertifikasi dalam menjamin keberlanjutan usaha kelapa sawit.

"Di samping Program GRS, setiap tahun BPDPKS juga melaksanakan program Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa dengan tujuan membangkitkan minat penelitian kepada para generasi baru atau milenial sebagai bagian dari upaya menjaga keberlajutan industri kelapa sawit nasional," jelasnya lagi.

Pada program dilakukan penyeleksian dan akan diberikan pendaan penelitian untuk 30 penelitian terbaik. Program ini sebagai wahana yang memberikan kesempatan bagi para mahasiwa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk berkreativitas dan melakukan inovasi dan membina agar minat meneliti kelapa sawit mulai dibangun sejak dini demi terwujudnya industri sawit nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

Di tahun 2022/2023, 30 kelompok mahasiswa yang mendapatkan dana riset berasal dari 19 Kampus, yaitu Universitas Sumatera Utara, Universitas Islam Sumatera Utara, Universitas HKBP Nommensen, Universitas Riau, Politeknik Caltex Riau, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Universitas Bengkulu, Universitas Lampung, IPB University, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Negeri Semarang, Politeknik LPP Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Jember, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Lambung Mangkurat dan Universitas Palangka Raya. (TESTI PRISCILLA/R)