BANJARMASIN –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengusulkan pemerintah kota setempat memperbanyak aset lahan pertanian demi ketahanan pangan.

"Karena lahan pertanian di daerah kita terus berkurang digerus pembangunan perumahan dan lainnya, harus ada upaya mempertahankannya dari pemerintah kota," ujar Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin Awan Subarkah di Banjarmasin, Sabtu.

Cara yang efektif, ungkap dia, pemerintah kota membeli lahan pertanian sebagai aset daerah agar terus menjadi lahan pertanian berkelanjutan.

"Pemkot kan sudah pernah melakukan itu, ada aset lahan pertanian, kita usulkan diperbanyak lagi," ujarnya.

Usulan ini pun, kata Awan, sudah pihaknya sampaikan dengan dinas ketahanan pangan, pertanian dan perikanan kota setempat pada saat rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota tahun 2022.

--page

Karena pengadaan lahan untuk pelestarian lahan pertanian dan untuk lahan resapan di kota ini tidak bertambah lagi, sehingga pihaknya mengusulkan itu agar kembali dilaksanakan.

"Jadi kita harap usulan ini direspon pemerintah kota, demi ketahanan pangan dan menjaga daerah resapan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin M Makhmud menyatakan sangat merespon usulan legislatif untuk memperbanyak aset lahan pertanian tersebut.

Bahkan komitmen Pemkot Banjarmasin bahwa setiap tahun membeli 5 hektare lahan milik masyarakat untuk menambah aset lahan pertanian produktif di Banjarmasin.

"Saat ini aset lahan pertanian Pemkot baru sekitar 5 hektare di Kecamatan Banjarmasin Timur," paparnya.

--page

Upaya memperbanyak lahan pertanian ini penting, karena luas lahan pertanian di Banjarmasin tersisa 2.069 hektare.

Dengan luas lahan tersebut, tentunya padi yang dihasilkan tidak cukup untuk ketersediaan beras di Banjarmasin.

“Lahan pertanian itu ada di kawasan Kecamatan Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Timur yang juga berpotensi kembali berkurang, akibat tergerus pemukiman dan perumahan,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia sepakat, ada rencana untuk membeli lahan pertanian produktif untuk dijadikan lahan pertanian berkelanjutan.

Tak hanya itu, pihaknya juga ada rencana melakukan kajian pola padi apung di Banjarmasin. Sebab, sistem padi apung tersebut memerlukan biaya tambahan untuk media apungnya.

--page

“Memang saya tertarik, tapi kita kaji dulu, menguntungkan apa tidak? Sebab di Banjarmasin masih memakai sistem 1 kali masa panen dalam setahun,” tuturnya.

ANTARA