WAKIL Ketua DPRD Pulang Pisau, Idham meminta kepada pemerintah kabupaten untuk segera mengoperasikan Pelabuhan Sei Tunggul di Kecamatan Kahayan Kuala.
Sebab hingga kini pelabuhan ini belum juga operasional, padahal pembangunannya telah selesai sejak 2011.
“Bagaimana caranya supaya pak bupati bisa meminta kepada bagian yang berwenang dan bisa kerjasama atau seperti apa bentuk kerjasamanya sehingga pelabuhan itu bisa dimanfaatkan,” ujar politisi PKB ini, Senin (14/3/2016).
Dia menyebut sebenarnya menaruh harap agar pelabuhan yang dibangun Pemprov Kalteng itu segera operasional.
“Dulu operasional terkendala inrastruktur, tapi sekarang tinggal peningkatan jalan saja,” terangnya.
Menurutnya perlu service awal dari pemerintah untuk membuka jalannya pelabuhan itu.
“Kalau bisa untuk berjalannya pelabuhan dibebaskan dari pungutan dulu, nantinya kalau masyarakat sudah pengusaha sudah terbiasa baru kita adakan perda untuk pungutan dan ini adalah kebijakan bupati,” terangnya.
Dengan kondisi jalan yang sudah bisa diakses, menurutnya akan memudahkan distribusi barang dari dan ke luar Kalimantan.
“Masih harus ada peningkatan jalan yang akan dilakukan pemerintah provinsi dan kabarnya ini dari provinsi sudah dialokasikan untuk ruas Pulang Pisau-Maliku dengan anggaran Rp23 miliar, sedangkan untuk Maliku-Bahaur Rp24 miliar dan untuk pelabuhan Rp6 miliar,” terangnya lagi.
Dengan adanya anggaran itu maka tahun ini akses menuju pelabuahn semuanya sudah beres. Begitu pula semua jembatan telah selesai dibangun.
Menurutnya beberapa fasilitas yang masih belum tersedia hanya untuk permukiman penjaga dan karyawan Pelabuhan Sei Tunggul.
Dia menegaskan jika pelabuhan itu tidak segera dioperasionalkan, maka kesannya terbengkalai dan buang-buang anggaran saja.
Apalagi saat ini sudah siap 150 tenaga atau buruh yang siap dipekerjakan di pelabuhan.
Dia mengilustrasikan, jika pelabuhan ini beroperasi, maka akan memberikan banyak manfaat bagi kabupaten dan masyarakat, khususnya para perantau yang akan pulang ke Jawa tidak perlu lagi lewat Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalsel.
“Yang penting masyarakat bisa memanfaatkan dulu dan tentunya ada service dari pemerintah daerah dulu berupa subsidi bagi penumpang, bebas pungutan dan berbagai pelayanan yang bisa menarik minat untuk operasional awal,” katanya. (B-6)





