PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah atau BI Kalteng, Taufik Saleh mengatakan bahwa salah satu upaya pemerintah untuk menangani kenaikan beras adalah dengan meluncurkan dua merek beras baru asli Kalteng, yakni beras Siam Kahayan dan Burung Tingang.

"Beras Siam Kahayan dan Burung Tingang yang merupakan merek beras baru asli Kalteng ini dijual dengan harga murah oleh Bulog," kata Taufik pada Minggu, 9 April 2023.

Menurut Taufik, Siam Kahayan merupakan beras pera dengan jenis Inpari-42 sedangkan beras Burung Kahayan merupakan beras pulen dengan jenis Inpari-46.

"Keduanya dijual dengan harga yang begitu murah. Beras Siam Kahayan dijual dengan harga Rp9.500 per kilogram dijual dengan kemasan lima kilogram dengan harga Rp47.500, sedangkan beras Burung Tingang dijual dengan harga Rp13.500 per kilogram," tuturnya lagi.

Hal itu dibuktikan dari menurunnya nilai tukar petani untuk sektor tanaman pangan.

--page

"Dari data BPS Provinsi Kalteng pada Maret 2023, terjadi penurunan nilai tukar petani tanaman pangan atau NTPP sebesar 1,90 persen," tutur Taufik lagi.

Sebelumnya, Kepala BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro mengatakan bahwa penurunan NTPP terjadi lantaran biaya yang dikeluarkan petani jauh lebih besar dibanding pendapatan atau biaya yang mereka terima.

"Hal ini terjadi pada komoditas padi yang indeksnya menurun 2,04 persen," katanya.

Penurunan ini menurutnya disebabkan karena sudah masuknya musim panen, sehingga stok gabah di petani menjadi banyak dan menyebabkan harga gabah mengalami penurunan.

"Tetapi nilai tukar petani di sektor lain seperti hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, dan perikanan meningkat. Hanya di gabah saja yang menurun," tutur Eko. (TESTI PRISCILLA/J)