LAPORAN: SIGIT PAMUNGKAS -FAHRUDDIN
PENIMBUNAN di Jalan Pakunegara, Jalan Iskandar dan Jalan Diponegoro, Pangkalan Bun terkesan 'ngawur'. Pasalnya, proyek yang seharusnya dapat mengurangi genangan air di jalan saat hujan dinilai kurang tepat.
"Kalau hanya jalan yang ditinggikan sia-sia, biangnya itu drainase yang tersumbat," jelas Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Selasa (15/3/2016) pagi.
Sebelum menimbun jalan, seharusnya pemangku kebijakan mencari dulu apa sebenarnya yang menjadi pangkal persoalan, baru membuat perencanaan. Bagi pemerintah setempat, juga perlu mengajukan usulan ke pemerintah pusat sesuai kebutuhan prioritas.
"Bukan asal usul saja. Meski dananya dari pusat, seharusnya pemerintah setempat memahami betul apa yang harus diusulkan, mana yang prioritas dan mana yang tidak. Kalau tanpa ada usulan, mana mungkin ada pekerjaan (pembangunan)," cetus Abi Nazar. "Prioritas mana antara memperbaiki jalan yang rusak parah dengan jalan yang hanya tergenang air," tanya Abi Nazar melanjutkan.
Sebelumnya, sejumlah pengurus dan anggota KNPI Kabupaten Kobar beberapa kali menggelar diskusi menyoroti pentingnya proyek yang menelan anggaran puluhan miliar ini. Selain skala prioritas yang tidak masuk akal, hingga rekayasa lalu lintas yang dinilai asal-asalan.
"Rambu jalan tidak terpasang dengan semestinya, blokade jalan semrawut. Tak ayal kalau sampai ada jatuh korban. Seharusnya dikoordinasikan dulu dengan instansi terkait sebelum mengerjakan proyek," tutur Abi Nazar. (CR-1/B-7)


