PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Suasana pemukiman warga di bantaran Sungai Arut, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin, 10 April 2023 malam terlihat sangat meriah.

Pasalnya, kegiatan berbeda mereka laksanakan saat memasuki pertengahan Ramadan atau pada malam Nuzulul Quran pada 17 Ramadan. Warga setempat sejak zaman dulu biasanya menyalakan obor dan lampu minyak untuk memeriahkan suasana.

Tradisi tersebut dikenal warga Pangkalan Bun, khususnya yang bermukim di bantaran Sungai Arut dengan nama 'Keriang Keriut'.

Menurut Sulistio warga setempat, tradisi ini berawal sejak zaman nenek moyangnya dulu.

"Kata orang tua dulu, nama Keriang Keriut diambil dari gerakan api obor atau lampu minyak yang bergoyang ketika ditiup angin atau yang sering disebut warga dengan bahasa lokal yaitu Keriang Keriut," ujar Sulistio.

--page

Menurut Sulistio, tradisi Keriang Keriut ini dilakukan warga zaman dulu, lantaran waktu itu masih belum ada listrik.

"Supaya malam Nuzulul Quran lebih meriah, maka warga setempat menyalakan obor dan lampu minyak. Namun seiring berkembangnya zaman dan meski saat ini pemukiman warga sudah dialiri listrik, tradisi ini masih terus berlanjut," jelas Sulistio.

Bahkan, menurut Sulistio, selain memasang obor dan lampu minyak, warga juga memasang lampu hias berwarna warni agar suasana tambah meriah.

"Karena itulah rencananya Pemerintah Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, bakal menggelar Festival Keriang Keriut mulai tanggal 12 -  21 April 2023 mendatang," jelas Sulistio.

Menurut Sulistio, meyambut festival tersebut, warga setempat mulai memasang lampu hias dan obor serta kreasi menarik lainnya.

--page

"Rencananya di jalan titian Mak Jambek mulai RT 1 sampai RT 06 dipinggir Sungai Arut,  bakal dipasangi hiasan lampu minyak yang dibuat dari bambu. Selain itu gapura di setiap jalan masuk RT akan dihiasi dengan lampu minyak yang ditopang dengan bambu," ujar Sulistio.

Menurut Sulistio, dalam festival tersebht juga bakal digelar berbagai lomba bertema Ramadan untuk anak, tarian, bazar dan lainnya.

"Sebuah panggung besar bakal disiapka  pantia kegiatan menggunakan kapal wisata Nurani. Jadi warga dari atas jembatan dapat menikmati hiburan atau pertunjukan yang digelar. Harapannya Festival Keriang Keriut ini bisa menjadi salah satu agenda wisata  rutin yang dipusatkan di bantaran Sungai Arut, yang dilaksanakan setiap Ramadan," jelas Sulistio. (WAHYU KRIDA/H)