BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Biasanya dalam musim penghujan dan debit air mulai tinggi, keberadaan buaya seringkali terlihat di beberapa sungai di Kalimantan. Bahkan predator sungai tersebut sempat melakukan penyerangan terhadap manusia.


Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun Hartono, Selasa (15/3/2016) menjelaskan, pihaknya masih belum melakukan penelitian ilmiah mengenai kemunculan buaya di beberapa sungai bila masuk musim hujan. 


"Namun kami memperkirakan, kemunculan mereka akibat air sungai yang meninggi serta arus yang cukup deras di sungai. Sehingga buaya tersebut terbawa arus hingga dekat perkampungan penduduk," jelasnya.


Menurutnya, survei populasi buaya di wilayah tugas BKSDA SKW II Pangkalan Bun yang berada di lima kabupaten yaitu Kobar, Kotim, Lamandau, Sukamara dan Seruyan juga hingga kini masih belum pernah dilakukan. 


"Tetapi, khusus di Kabupaten Kobar berdasarkan penampakan buaya sering terlihat di dekat kawasan Sungai Lamandau. Tetapi syukurlah hingga saat ini belum ada konflik dengan manusia hingga memakan korban. Semoga hal itu tidak akan pernah terjadi,” ujarnya.


Walau demikian ia mengimbau kepada masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai guna menghindari konflik antara manusia dan buaya, agar lebih waspada. Sedapat mungkin mengurangi aktivitas di sungai.


"Karena tidak bisa dipungkiri keberadaan sungai merupakan wilayah hidup buaya. Jadi tinggal kita sebagai manusia yang harus bijaksana untuk menghindari konflik tersebut agar tidak memakan korban," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/m)