BORNEONEWS, Pulang Pisau - Dalam rangka mendukung terwujudnya ketertiban lalu lintas laut sungai dan danau serta keselamatan berlayar atau penyeberangan menjelang arus mudik dan arus balik idul fitri 1444 Hijriyah terus dilakukan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) Supriyadi menyampaikan bahwa guna mematangkan persiapan tersebut pihaknya menggelar rapat dengan sejumlah lintas sektor.
“Dari rapat yang dihadiri KSOP Pulpis, Kasi Transportasi SDP Komersial dan Petintis BPTD, Kasat Lantas Polres Pulpis, Kasatpolair Polres Pulpis, Kapolsek Kahayan Hilir, Kabid Tibum Satpol PP ini terdapat sebanyak 17 kesepakatan,” katanya.
Yakni membuat Posko di beberapa titik seperti di Candi Laras, Posko Pelabuhan Bahaur, Posko Pelabuhan Mintin, Posko Pelabuhan Maliku, dan Posko Kahayan Hilir. Selain pengaktifan Posko.
Lanjut dia, angkutan penyeberangan harus berpasangan atau lebih dengan mempertimbangkan kondisi muatan, sehingga masa tunggu dan antrean dapat diminimalisir.
--page
Kemudian personel yang ditugaskan di Posko untuk disampaikan ke Dishub guna penyusunan jadwal. Untuk BPTD akan mengatur muatan sebelum berlayar. Dan truk maksimal bermuatan 8 ton selama angkutan Lebaran, Natal dan Tahun Baru.
“Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dalam penyeberangan, dilakukan dengan mengurangi muatan, melengkapi alat-alat Keselamatan dan mematuhi tonase yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Untuk kapal Ro-ro KMP Drajat Paciran, sambung Supriyadi, diminta mengurangi mengangkut truk, namun lebih mendahulukan mengangkut penumpang dan kendaraan keluarga. Untuk roda 2 menurutnya jangan mengangkut muatan full.
“Dalam rapat ini semua saling mendukung, seperti GM Pelindo mendukung dan berkontribusi dalam menyiapkan spanduk dan kelengkapan lainnya untuk memeriahkan posko,” ucapnya.
Begitu juga dengan KSOP menyediakan ruang tunggu yang representatif, untuk meningkatkan kebersihan dan penerangan, tempat ibadah, ruang pemeriksaan kesehatan dan MCK Pelabuhan dan dipikirkan tempat parkir alternatif apabila parkiran yang ada dipakai untuk HELIPAD.
--page
Lebih lanjut, para Camat yang terdapat pelabuhan di wilayahnya telah mendukung dan siap berkontribusi peningkatan pelayanan arus mudik/arus balik seperti membangun posko terutama menghadapi arus mudik atau arus balik.
Khusus Pelabuhan Mintin-Anjir untuk parkir tidak diizinkan menggunakan bahu jalan, karena sangat membahayakan pengguna jalan lain. Artinya pemilik feri harus segera memikirkan tempat parkir alternatif yang aman.
Serta menyiapkan petugas sesuai dengan jadwal angkutan feri. Dan untuk keselamatan berlayar kepada pemilik Kapal untuk monitor cuaca dan arus lintas Sungai Kahayan di Channel 12/16.
”Harapan kita dengan persiapan yang dilakukan ini, pelayanan arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1444 hijriah kepada masyarakat, baik jalur darat, laut dan sungai, dapat maksimal,” tandasnya. (ahm)









