BORNEONEWS, Baamang - Seorang ibu rumah tangga (IRT) pengedar obat Zenith Carnophen di Gg Syuhada, Jl Muchran Ali, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dibekuk jajaran Polsek Baamang.


Ibu rumah tangga itu bernama Eva Sahfitri, 32, dia ditangkap polisi pada Senin (14/3/2016) di rumahnya, dengan barang bukti berupa 900 butir obat Zenith.


“IRT itu sudah kami tangkap, dan saat ini masih pengembangan guna mencari tersangka lain yang juga melakukan pekerjaan sama dengan tersangka,” ujar Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan melalui Kapolsek Baamang Iptu I Made Rudia, Selasa (15/3/2016).


Tidak hanya barang bukti obat saja yang berhasil disita polisi, namun sejumlah uang puluhan ribu hasil penjualan juga disita.


Sementara, tertangkapnya perempuan itu bermula ketika polisi mendapatkan info bahwa di tempat tersebut ada seseorang penjual obat Zenith. Polisi langsung melakukan penyelidikan di sekitar rumah tersangka.


Beberapa saat dilakukan pengintaian, sekitar pukul 14.00 WIB, datang seorang pemuda ke rumah Eva. Di tempat itu, dia langsung membeli obat Zenith, dan meminta air untuk langsung meminumnya.


Polisi yang melihat hal itu langsung saja bergerak, dan menggeledah tersangka. Alhasil, 900 butir obat Zenith berhasil didapat dari sebuah laci meja di rumah Eva. Setelah itu, aparat kembali menggeledah rumah tersangka, namun tidak ada lagi menemukan obat terlarang tersebut.


“Tersangka maupun pembeli tersbeut langsung kami bawa  ke mapolsek. Namun khusus untuk pria itu hingga saat ini masih jadi saksi. Karena dia hanya pemakai, bukan penjual,” ungkap Rudia.


Dengan tertangkapnya ibu rumah tangga tersebut, Rudia berharap agar hal ini menjadi contoh dan memberi efek jera terhadap para pengedar lain yang ada di wilayah hukumnya. Sehingga para pemuda penerus bangsa di daerah itu bisa terbebas dari ketergantungan obat yang tentunya merusak kesehatan dan pikiran.


“Dampaknya sangat banyak, bahkan bisa saja akibat obat tersebut, si pemakai nekat melakukan perbuatan kriminal, seperti pencurian, pemalakan, penganiayaan, bahkan pembunuhan,” kata Rudia.


Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu menginformasikan apabila melihat atau mengetahui adanya para pengedar obat Zenith ataupun narkoba di daerah ini. Sehingga mereka dapat segera melakukan penangkapan. (M HAMIM/m)