BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kotawaringin Timur Jumadi meminta pemuda dan mahasiswa bisa menciptakan lingkungan sehat dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Saat ini jumlah pengguna narkoba terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
“Bangsa ini dihadapkan pada masalah narkoba. Berdasarkan keterangan Badan Nasional Narkotika (BNN), setiap hari se-Indonesia rata-rata 50 orang meninggal karena narkoba. Karenanya, saya sepakat sosialisasi narkoba ditingkatkan,” kata Jumadi saat membuka Sosialisasi Pencegahan Narkoba, di Gedung Wanita Sampit, Selasa (15/3/2016).
Menurutnya, persoalan narkoba bukan hanya masalah penegak hukum seperti kepolisian, BNN, dan lainnya, tetapi tugas bersama. Dia berharap para pemuda dan mahasiswa yang mengikuti sosialisasi bisa menjadi agen-agen pencegahan narkoba.
“Apapun profesi kalian, kami harapkan setelah sosialisasi ini bisa menyampaikan kepada masyarakat tentang bahaya narkoba. Karena kami tidak ingin kegiatan ini hanya seremonial, dapat baju kaos dan piagam selesai, tetapi ditindaklanjuti dengan langkah nyata,” harap Jumadi.
Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Narkoba itu diikuti sekitar 80 peserta dari organisasi pemuda dan mahasiswa. Menghadirkan narasumber dari Satuan Pembinaan Masyarakat Polres dan Satuan Reserse Narkoba Polres Kotim, Dinas Kesehatan Kotim, dan Komisi Perlindungan AIDS (KPA) Kotim.
Sementara itu, Ipda Guntur RW dari Sat Binmas Polres Kotim menyampaikan, di kabupaten ini sudah memiliki pusat rehabilitasi bagi pecandu narkoba, yakni di RSUD dr Murjani Sampit. Sehingga dia mengharapkan kerjasama masyarakat yang memiliki keluarga maupun kerabat yang ingin dilakukan rehabilitasi.
“Untuk rehabilitasi Polres Kotim sudah beberapa kali menangani pecandu. Anggota kami akan datang, menjemput dan mengantar langsung mereka yang siap direhabilitasi,” kata dia. (RIFQI/m)


