BORNEONEWS, Palangka Raya - Perkembangan dunia saat ini telah memasuki era society 5.0. Di mana teknologi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam perkembangan tersebut.
Oleh karenanya untuk mengimbangi hal itu Legislator Kalteng, Duwel Rawing mengatakan perlu ada penguatan digitalisasi dalam upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM), khususnya di Bumi Tambun Bungai ini.
"Era society 5.0 atau era digital telah mengubah cara kerja dunia. Sehingga, masyarakat juga dituntut untuk harus ikut berubah untuk bisa lebih adaptif dengan teknologi, khususnya digitalisasi jika tidak ingin tertinggal," katanya, Kamis, 13 April 2023.
Lanjut Politisi PDIP ini, teknologi digitalisasi harus diperkuat dalam pengembangan SDM Kalteng ke depan, sehingga masyarakat kedepannya bisa memanfaatkan hal itu dalam berbagai industri dan kegiatan sosial, serta mendorong inovasi untuk menciptakan nilai baru.
Ia menegaskan, pemahaman terkait literasi digital kepada masyarakat harus semakin diperkuat. Sebab, selama ini pemahaman literasi digital masyarakat masih kurang.
Hal ini terlihat dari penggunaan digitalisasi masyarakat masih banyak terdapat hal-hal negatif seperti penipuan, penyebaran ujaran kebencian, hoax, dan lain sebagainya.
"Literasi digital inikan merupakan pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital. Jadi apabila pengetahuan itu ditanamkan pada masyarakat, terutama pada generasi mudanya, maka dapat mengurangi penggunaan digitalisasi pada hal-hal yang bersifat negatif," jelasnya.
--page
Di sisi lain, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Agus Siswadi mengatakan, Pemprov Kalteng saat ini juga tengah fokus dalam pengembangan SDM untuk menghadapi era society 5.0. Dengan pengembangan SDM tersebut, diharapkan agar kedepannya masyarakat dapat menikmati kehidupan berkualitas tinggi.
"Kami akan fokus kesana, sehingga SDM Kalteng tidak akan semakin tertinggal kedepannya. Tentunya akan berfokus pada beberapa hal, terutama SDM dituntut untuk memiliki kecakapan dan keterampilan yang meliputi 4C, yakni communication, collaboration, critical thinking and problem solving, dan creativity and innovation," tukasnya. (DONNY D/R)









