BORNEONEWS, Palangka Raya - Menjelang idulfitri 1444 hijriah tahun 2023, pemprov melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kalteng melakukan upaya untuk membatasi anggkutan Over Dimensi Over Loading (ODOL) melintasi jalan negara.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kalteng, Tomy Irawan sangat mendukung adanya upaya pembatasan tersebut. Sebab, hal itu akan semakin merurangi risiko kerusakan jalan di Kalteng yang selama ini juga dipengaruhi oleh kendaraan angkutan ODOL.
"Kami sangat mengapresiasi dan mendukung upaya pembatasan itu karena angkutan-angkutan yang melebihi kapasitas maupun melebihi kemampuan ruas jalan itu salah satu penyebab utama rusaknya sejumlah ruas jalan penghubung di wilayah Kalteng," ujarnya, Jumat, 14 Maret 2023.
Politisi PAN ini mengatakan dengan adanya pembatasan juga akan berpengaruh positif terhadap kelancaran aktivitas mudik masyarakat pada lebaran kali ini, di mana akan mengurangi tingkat kemacetan maupun kecelakaan.
"Kami harap agar pelaksanaan mudik tahun ini lancar, karena memang animo masyarakat sepertinya juga cukup tinggi. Tapi, terlepas dari itu kami berharap pemerintah benar-benar tegas dalam pembatasan ini, termasuk menindak ODOL yang melakukan pelanggaran, sebab itu demi kepentingan jangka panjang, khususnya dalam perawatan ifrastruktur jalan di Kalteng," ucapnya.
Sementara itu Kepala Dishub Kalteng, Yulindra Dedy mengatakan pihaknya akan melakukan pembatasan terhadap angkutan seperti angkutan tambang, kebun dan serta beberapa kendaraan berat lainnya yang masuk kategori ODOL dalam rangka mengurangi dampak kecelakaan.
--page
Pasalnya, di perkirakan, pengguna transportasi darat baik mobil pribadi maupun motor mencapai 42 persen di wilayah Kalteng. "Kami akan melakukan pembatasan ODOL, terutama pada H -3 lebaran. Selain demi kelancaran mudik, hal ini juga dimaksud untuk penertiban dan mengurangi dampak kecelakaan," tukasnya. (DONNY D/R)









