PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Terjadi fenomena tata surya menarik yang waktunya berdekatan dengan Idul Fitri 1444 H.

Pada 20 April 2023 terjadi peristiwa Gerhana Matahari Hybrid yang bisa dikatakan sebagai sesuatu yang jarang terjadi. 

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas III Iskandar, Aqil Ihsan, Jumat, 14 April 2023 menjelaskan terkait fenomena Gerhana Matahari Hybrid tersebut.

"Fenomena ini  terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi berada pada posisi tepat segaris. Sehingga di suatu tempat tertentu terjadi peristiwa piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil daripada piringan matahari sehingga membentuk seperti cincin," jelasnya.

Kemudian di tempat tertentu lainnya terjadi peristiwa piringan bulan yang teramati dari bumi sama dengan piringan matahari seperti gerhana matahari total.

"Di berbagai Kabupaten/Kota di Kalteng warga bakal menyaksikan gerhana matahari sebagian dimulai pada pukul 09.39 WIB. Puncak gerhana terjadi pada pukul 11.00 WIB, dan gerhana akan berakhir pada pukul 12.38 WIB. Durasi gerhana yang teramati di Kalteng rata-rata adalah 2 jam 48 menit," jelasnya.

Menurut Aqil Ihsan, jenis gerhana matahari ini terakhir kali terjadi hampir 10 tahun lalu, pada 3 November 2013.

"Diperkirakan fenomena ini akan terjadi kembali pada November 2031 yang bisa terlihat di Amerika dan sekitarnya dan selanjutnya terjadi kembali pada 23 Maret 2164," jelasnya. (WAHYU KRIDA/R)