PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Niksen S Bahat mengajak masyarakat terutama para ibu-ibu untuk bersama menekan kasus stunting yang kerap terjadi di Indonesia utamanya Kalteng.

Ia menyebut, dalam rangka menekan angka stunting tidak hanya menjadi tugas pemerintah saja, akan tetapi juga masyarakat khususnya didalam lingkungan keluarga harus berperan aktif bersama pemerintah menekan kasus tersebut.

"Di Kalteng sendiri kasus stunting masih banyak terjadi, sehingga semua pihak termasuk masyarakat harus berperan aktif menekan angka stunting agar kedepan provinsi ini bisa terbebas dari stunting," ucapnya, Sabtu, 15 April 2023.

Dalam upaya menekan angka stunting, masyarakat terutama para ibu baik yang sedang hamil maupun menyusui supaya aktif memeriksakan kesehatan kandungan maupun anak-anaknya ke fasilitas kesehatan seperti posyandu serta puskesmas.

Selain itu, bagi ibu hamil juga harus sering mengonsumsi makanan-makanan sehat, dan bagi ibu menyusui atau yang memiliki anak supaya senantiasa memperhatikan gizi yang diberikan kepada anak-anaknya selalu terpenuhi dengan baik.

--page


"Peran orang tua sangat penting dalam menekan kasus stunting ini, perhatikan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan gizi anak, sebab stunting ini terjadi salah satunya kekurangan gizi. Jadi gizi bagi anak baik selagi masih dalam kandungan hingga sudah lahir itu penting selalu dipenuhi," jelasnya.

Di sisi lain, ia juga mengharapkan kepada pemerintah melalui instansi terkait supaya dapat terus menggencarkan sosisalisasi kepada masyarakat utama para ibu mengenai pemberian gizi seimbang kepada ibu hamil maupun anak-anak.

"Pemahaman terkait pemberian gizi seimbang ini perlu terus disampaikan kepada para ibu-ibu utamanya yang ada di wilayah pedesaan, sebab stunting ini kebanyakan terjadi itu di desa-desa yang minim fasilitas kesehatan maupun pemberian penyuluhan, jadi hal-hal terkait itu perlu diperhatikan," tandasnya. (DONNY D/Y)