WARGA Desa Hilir Pasar, Ke­camatan Lampihong, Kabu­pa­ten Balangan, dihebohkan de­ngan penemuan tulang-be­lulang dan tengkorak manusia, Minggu (13/3/2016).


Warga yang pertama kali me­nemukan ialah Asbul Ya­min (40 tahun), warga RT03, Desa Hilir Pasar. Ia me­nemukan sebagian tulang dan tengkorak itu saat mem­ber­­sihkan kebun yang baru di­­belinya. Asbul ber­ge­gas mem­be­­ritahukan penemu­an itu ke warga, dan selanjutnya dilaporkan ke Kepolisian Sek­tor (Polsek) Lampihong.


Asbul mengaku saat itu di­rinya ke lahan untuk mem­ber­­sih­­kan rumput. “Saya la­gi mem­ber­­sihkan lahan, soal­nya saya baru beli ta­nah itu, menebas rumput, hen­dak membakarnya,” ujar dia.


Saat mengumpulkan kayu un­tuk menyalakan api tanpa sengaja tangannya memegang tulang. Awalnya tulang ter­sebut dikira ranting, namun setelah diperhatikan ber­wujud tulang.


“Di tempat yang sama juga saya temukan tengkorak ke­palanya, sedangkan yang lainnya tidak ada lagi, hanya tengkorak kepala dan tulang ka­ki-tangan,” ungkapnya.


Selain itu ditemukan pula se­helai kain sarung yang sudah hampir hancur dan dua bo­­tol air mineral di dekat lo­kasi tengkorak.


Setelah dibawa ke salah sa­tu rumah warga, tenyata ada yang mengenali sarung ter­sebut. Suriani (60 tahun) mengaku tulang manusia ter­se­but kemungkinan istrinya bernama Rukayah (50) yang hi­lang tujuh tahun lalu. “Iya dia istri saya. Saya ke­nal sarungnya, dulu pernah hilang beberapa kali,” akunya.


Menurut dia, istrinya sempat balik ke rumah tujuh ta­hun lalu sebanyak tiga kali, ke­mudian pamit untuk pergi dan tidak pernah kembali lagi. (Ant/B-3)