PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atau Kemenko RI Khadikin mengatakan bahwa keterbatasan produksi mempengaruhi lonjakan harga jual produk minyak sawit.

"Kondisi pasar minyak sawit sering mengalami kenaikan harga jual, akibat melambatnya produksi akibat iklim dan sebagainya. Keterbatasan produksi ini, secara langsung berdampak terhadap lonjakan kenaikan harga jual produk minyak sawit dan turunannya," kata Khadikin dalam rilis yang dikirimkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS pada Sabtu, 15 April 2023.

Hal ini disampaikan Khadikin saat acara dalam acara FGD Sawit Berkelanjutan Volume 13 bertajuk "Minyak Sawit: Sumber Pangan Dan Bioenergi Berkelanjutan" yang diadakan BPDPKS pada Kamis, 13 April 2023 lalu di Jakarta.

Di sisi lain, kata Khadikin, problematika kenaikan harga jual minyak sawit mentah atau CPO yang digunakan sebagai bahan baku bioenergi yaitu biodiesel, mengalami kondisi serupa walau tak sama.

"Lantaran sebagai program mandatori pemerintah, biodiesel berdampak langsung terhadap penghematan devisa negara," tuturnya.

--page

Kendati ada persoalan harga jual, lanjutnya, dapat ditopang melalui pemanfaatan dana BPDPKS sebagai insentif biodiesel. (TESTI PRISCILLA/H)