Perusahan Listrik Negara (PLN) Rayon Sampit akan menyediakan generator pembangkit listrik (genset) untuk mengantisipasi gangguan aliran listrik pada saat pelaksanaan ujian nasional online yang dilaksanakan pada April 2016 mendatang.


“Bantuan genset untuk membantu agar pasokan listrik tetap terjaga mengalir pada pelaksanaan ujian nasional online  pada 13 April mendatang. Saat ini kami berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mengetahui sekolah mana saja, dalam pelaksanaan ujian menggunakan sistim online,” kata Kepala PLN Rayon Sampit Ginter Theo Limin saat ditemui Borneonews di ruang kerjanya, Selasa (15/3/2016).


Ia melanjutkan penyediaan genset di beberapa sekolah yang melaksanakan UN online itu agar pada saat pelaksanaan tidak akan terganggu apabila terjadi pemadaman listrik mendadak. “Kami tidak bisa menjamin, tidak adanya pemadaman listrik pada saat ujian.

Agar pelaksanaan ujian tidak tergangu, PLN Sampit membuat kebijakan yakni menyediakan genset,” tuturnya.


Ginter menyebutkan, sejauh ini pihaknya menerima laporan, bahwa ada tujuh sekolah di Kotim yang melaksanakan UN online yakni SMAN 1 Sampit, SMAN 2 Sampit, SMKN 1 Sampit, SMKN 2 Sampit, SMKN 1 Kota Besi dan SMKN 1 Cempaga. “Bagi sekolah yang sudah memiliki genset, maka kami tidak akan mengadakan mesin tersebut, tapi kami tetap akan melakukan cek daya listrik ke sekolah tersebut,” cetus dia.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim Suparmadi mendukung langkah yang di ambil pihak PLN dengan penyediaan mesin genset di setiap sekolah yang menggelar ujian sistim oline.


“Langkah PLN sangat bagus, karena selama ini kami khawatir dengan pemadaman listrik yang sering terjadi. Kalau ada solusi seperti ini, maka pelaksanaan UN bisa berjalan seperti yang diharapkan,” kata dia. 

(FI/B-8)