DUH, rupanya beberapa netizen di media sosial Facebook menolak sebutan pasangan Benny Fatah-Teddy Aditya (BETET), sebagai calon bupati Kotawaringin Barat (Kobar) dagelan. Reaksi itu, muncul setelah Borneonews memposting berita soal pasangan ini di salah satu komentar diskusi mereka, Selasa (15/3/2016).

"Kenapa harus dagelan? Ini bujuran (betulan)," ujar akun Fajar Dewanto, aktivis lingkungan di Pangkalan Bun. "Waduh kok disebut guyonan. Padahal pasangan kita ini sudah siap tempur di 2017," timpal akun Saya Si Juki.

"Saya siap di belakang BETET," tegas akun Aba Wawan, milik Rudi Irawan, yang beberapa waktu lalu mendeklarasikan mendukung petahana Bupati Kobar, Bambang Purwanto di akun Facebook-nya.

Relawan pendukung
Reaksi Pasangan BETET, sejak kampanye dengan nada humor dibikin oleh Aldi bin Ama alias Gusti Misrani (39) muncul, makin massif. Bahkan kini, sejumlah meme kampanye diberi identitas Beteters, kelompok pendukung BETET. Mereka juga tidak malu-malu menampilkan foto-foto diri mereka.

"Bukan hanya Beteters pendukung BETET. Akan ada Kawal BETET dan Pakulaan BETET," tegas Agus Syawaludin, yang di Facebook dikenal sebagai Uzenk, sahabat Benny Fatah yang kerap manggung akustik bersama di Salsa Cafe Pangkalan Bun, yang biasa dijadikan wadah nongkrong BETET.

Teddy sendiri, hanya senyam-senyum dikulum, ketika ditanya apakah BETET akan serius maju dalam Pilkada Kobar 2017. "Yang jelas saat ini kami ini PNS. Tapi kami senang kalau Pilkada Kobar bisa semarak, damai, tidak tegang, dan kada garing," ujar dia pada Borneonews, Senin (14/3/2016) malam lalu.

Awal pembicaraan soal BETET meramaikan jagat Facebook di lingkaran komunitas Kotawaringin Barat, adalah ketika Aldi, Benny yang bernama asli Fatahurrahman, dan Teddy saling berbalas pantun seloka dan olok-olok di Facebook. Kebetulan saat ini, Kobar menjelang pelaksanaan pilkada. Maka jadilah, berbalas pantun dan candaan itu lari ke isu pilkada, meski di sana-sini tetap berbalut canda tawa.
 
Beberapa warga yang kesal dengan pemadaman listrik di Kobar pun turut melampiaskan kejengkelannya pada perbincanang soal BETET. "Seperti kita ketahui listrik sering mati karena kecelakaan di kabel induk, yaitu adanya monyet atau kora kesetrum. Nah, dengan naiknya BETET jadi bupati hal itu tidak akan terjadi. Karena seperti kita ketahui, bupati kita adalah Benny Kora," tulis akun Majekur Arajak.

Netizen lainnya, Dewantara, mengatakan fenomena BETET lebih menarik dibanding figur-figur lain yang disebut sebagai calon bupati serius. "Mereka malu-malu, tapi mau. Tidak banyak yang berani mendeklarasikan diri sejak dini," ujarnya. (WAHYU KRIDA/B-10)