BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur Halikinnor menyampaikan bahwa realisasi APBD triwulan 1 di wilayah ini belum mencapai target yang telah ditetapkan, namun mendapat predikat penyerapan tertinggi se-Kalimantan Tengah.
Ia mengatakan, target belanja yang harus dicapai pada triwulan I adalah realisasi keuangan sebesar 20 persen dan realisasi fisik diatas 20 persen. Berdasarkan data realisasi per 31 Maret 2023 dari total belanja APBD murni sebesar Rp 2 triliun lebih tercatat capaian realisasi keuangan sebesar Rp.324 miliar lebih atau sebanyak 15,5 persen. Sedangkan realisasi fisik sebanyak 17,40 persen.
"Artinya capaian realisasi ini masih di bawah target yang telah ditetapkan sebesar 20 persen," ungkapnya, usai membuka rapat koordinasi pengendalian dan evaluasi kegiatan pembangunan daerah triwulan I di Bapelitbangda, Senin, 17 April 2023.
Untuk itu, Halikin meminta agar laporan hasil pelaksanaan kegiatan pembangunan pada triwulan pertama ini menjadi bahan evaluasi kinerja terhadap masing-masing kepala perangkat daerah untuk perbaikan pada pelaksanaan kegiatan triwulan kedua.
Meski demikian, Halikin membeberkan berdasarkan hasil rapat dari Tim Percepatan Penyerapan Anggaran (TEPRA) yang dilaksanakan pada 12 April lalu, Kotim tercatat sebagai kabupaten dengan realisasi penyerapan tertinggi di Kalimantan Tengah pada triwulan pertama pada 2023 ini.
--page
"Kita sudah cukup bagus dari kabupaten lainnya," imbuh Halikin. Namun, dirinya tetap mengingatkan agar capaian realisasi pada triwulan II bisa sesuai target atau bahkan melebihi.
"Harusnya ini bisa dimaksimalkan sehingga nanti triwulan kedua minimal target bisa terpenuhi dan kalau bisa diatas itu. Penyerapan anggaran penting karena kalau penyerapan berjalan berarti kegiatan pembangunan itu berjalan,"tutupnya.(NOOR ANNISA/H)









