BORNEONEWS, Kasongan - Gara-gara mesin genset saat listrik PLN padam, Wakil Bupati Katingan Sakariyas langsung mendatangi RSUD Mas Amsyar dan menyemprot direktur rumah sakit, Noor Sianturi, Rabu (16/3).
"Saya tadi dapat laporan dari masyarakat kalau mesin genset di RSUD Mas Amsyar ini tidak berfungsi saat listrik PLN padam hari ini," sebut Wakil Bupati Sakariyas disela mengecek kondisi rumah sakit kebanggaan warga Katingan ini.
Sakarias mengaku terkejut dengan hasil pengecekan dan laporan Direktur RSUD Mas Amsyar jika mesin genset yang ada ternyata tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.
"Kalau pas listrik PLN padam, terus mesin genset tidak bisa digunakan seperti hari ini, lalu bagaimana nasib pasien yang ada, terutama yang menjalani operasi? Sebab informasinya ada satu pasien yang sedang menjalani operasi," tanya Wabub Sakariyas.
Saat itu Wabub Sakariyas langsung meminta penjelasan dari Direktur RSUD Mas Amsyar Noor Sianturi terkait kondisi mesin genset yang tidak bisa digunakan itu.
Padahal, sebut orang nomor dua di Katingan ini, RSUD Mas Amsyar statusnya sudah merupakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sehingga bisa menggunakan atau mengelola anggaran sendiri.
"Jadi tolong agar hal semacam ini tidak terjadi lagi ke depannya. Ini kan merugikan masyarakat, terutama pasien yang dirawat di rumah sakit ini," sungut Wabub Sakariyas.
Direktur RSUD Mas Amsyar Noor Sianturi mengaku jika rumah sakit ini memiliki dua unit mesin genset, namun dua duanya rusak.
"Ada dua genset sebenarnya, biasanya kalau yang satu rusak satunya bisa dipakai, tapi ini keduanya rusak semua," ujar Noor Sianturi.
Kerusakan mesin tersebut, sebutnya sudah berlangsung tiga hari ini. Pihaknya mengaku kendala utamanya kesulitan mendatangkan teknisi. Perlu teknisi khusus untuk memperbaiki dua mesin genset yang masing-masing berdaya 100 kilowat dan 150 kilowat itu.
"Sebenarnya kalau listrik PLN padam seperti hari ini, mesin yang kecil sudah bisa untuk melayani seluruh keperluan listrik di rumah sakit, tapi pas kebetulan mesin itu juga rusak," katanya.
Noor Sianturi meminta maaf kepada warga Katingan, terutama kepada pasien yang tengah menjalani rawat inap.
"Memang tadi ada satu pasien sedang menjalani operasi, tapi saat lampu listrik PLN padam iperasinya sudah selesai," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/m)


