BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah terpilih, Sugianto Sabran memilih untuk menahan diri melaporkan pejabat yang pada Pemilihan Gubernur lalu terlibat politik praktis untuk diproses lebih lanjut. 


Ia juga menegaskan sikapnya yang belum berencana akan berkirim surat kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pasca dilantik nanti mengenai jenis pelanggaran aparatur sipil negara (ASN) itu.


Sugianto menyampaikan penegasan itu usai menghadiri dan menerima ucapan selamat pasca penutupan Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Kalteng. Agenda rapat itu adalah pengumuman hasil penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur terpilih masa jabatan 2016-2021, Rabu (16/3).


Agenda Rapat Paripurna istimewa itu juga digabung dengan pengucapan sumpah janji pergantian antar waktu (PAW) Putri Noor Hajjah, pengganti almarhum Gunawan asal PKB.


“Tidak ada rencana untuk berkirim surat (ke Mendagri) untuk pelanggaran pejabat PNS itu. Seorang gubernur harus berbesar hati, berjiwa besar dan ketulusan, setelah bertanding ya selesai,” terang Sugianto yang berpasangan dengan Habib Said Ismail ini.


Karena kesimpulan sementara, menurut Sugianto, bisa saja para pejabat yang datang atau malah mendatangkan forum bagi calon gubernur lainnya itu dalam keadaan terpaksa atau ada yang memaksa, sehingga akhirnya terseret pada pusaran politik praktis. 


“Mereka mungkin terpaksa, karena ada yang memaksa,” tandasnya lagi.


Pertahankan Kepala Dinas


Sugianto juga menyebut dirinya belum akan melakukan ‘pergeseran gerbong’ di tubuh pembantunya, alias mengganti sejumlah kepala dinas (kadis) karena memang aturan belum memungkinkan. Tetapi disisi lain, Sugianto juga berujar tetap memertahankan kadis yang berkinerja baik.


“Saya imbau para Kadis, tetaplah bekerja maksimal, karena tidak mungkin serta merta seorang Gubernur dan Wagub langsung mengganti. Kalau kinerja bagus ya dipertahankan. Tapi kalau kinerjanya tidak bagus, ya mau tidak mau karena saya ingin Kalteng ini maju dan bermartabat, rakyat mudah kerja, mudah makan, dan ketika sakit mudah ke rumah sakit,” katanya,  (MUCHLAS ROZIKIN/m)