MANAJEMEN Kampus Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur membantah telah memungut biaya rekreasi ke Bali.
Kepergian mahasiswa itupun diakui bukan inisiatif pihak kampus melainkan keinginan mahasiswa sendiri pascamelakukan praktik klinik di RSUD Dr Soetomo Surabaya dan RS Jiwa Mennur Surabaya yang dilaksanakan sejak 13 Januari hingga 27 Februari 2016 lalu.
“Dalam melaksanakan praktik klinik di Surabaya mahasiswa tidak dipungut biaya sepeserpun. Akan tetapi untuk biaya makan, penginapan transportasi PP Sampit-Surabaya ditanggung oleh mahasiswa sendiri dan dikoordinir oleh mahasiswa melalui panitia.
Biaya praktik di rumah sakit ditanggung kampus,” kata Direktur Akper Pemkab Kotim, Umar Kaderi melalui surat tertulisnya Jumat (11/3/2016).
Terkait dengan wisata ke Bali pascapraktik di dua rumah sakit di Surabaya itu. Tidak semua mahasiswa ikut. Ada 22 orang kembali ke Sampit menggunakan Pesawat Kalstar Aviation. Sedangkan 88 orang melakukan refresing atau wisata ke bali.
Segala pembiayaan, lamanya mereka refresing ditentukan mahasiswa sendiri, tidak menggunakan APBD. Namun mereka tetap didampingi oleh pihak kampus. “Perjalanan pulang ada yang Surabaya-Sampit, Surabaya-Palangka raya, dan ada yang dari Bali-Jakarta-Palangka Raya, yang sempat tertunda keberangkatan akibat keterlambatan pesawat atau delai. Yang seharusnya berangkat pukul 08.00 WITA akhirnya diberangkatkan pukul 14.15 WITA sehingga penumpang mendapatkan kompenssi snack dan uang masing-masing Rp300 ribu,” jelas Umar.
Sementara itu, masalah keterlambatan pesawat saat itupun sudah dirapatkan bersama seluruh mahasiswa yang ikut dan pihak maskapai Kalstar Aviation. Atas kejadian itu pihak maskapai atau agen siap mengganti biaya yang berlaku pada saat itu.
“Pembayaran biaya yang dilakukan oleh sub agen dilakukan dua tahap, pada7 Maret 2016 dibayar Rp16.300.000, diserahkan kepada panitia kecil disaksikan oleh pihak kampus. Sisa pembayaran Rp12.948. 300 akan dilunasi pada 14 Maret 2016. Jadi jumlah seluruhnya sebesar Rp24.248.300.”
(FI/B-7)


