TAHUN ini PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Persero akan mengembangkan Pelabuhan Sampit untuk mendukung program tol laut yang dicanangkan pemerintah pusat. Namun harus sudah ada kapal roro langsung ke Sampit.


Direktur Suber Daya Manusia dan Umum PT Pelindo III Surabaya, Totok Rianto mengatakan, pengembangkan Sampit dilakukan bersamaan dengan empat pelabuhan lainnya di Indonesia di bawah Pelindo III. Yakni Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pelabuhan Kupang dan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan.


“Total lima pelabuhan itu diharapkan bisa memenuhi standar tol laut pada 2018, yakni dengan adanya konektivitas antarpelabuhan yang mempunyai standar bagus meliputi alat dan pelayanan yang sama, seperti alat pengangkut peti kemas atau crane,” kata Totok Rianto saat berkunjung ke Sampit pekan kemarin.


Untuk mendukung itu, Pelabuhan Bagendang Sampit akan didukung berbagai fasilitas pendukung guna memperlancar arus bongkar muat barang. Dengan kelengkapan fasilitas seperti container crane maka pelabuhan itu akaan naik status dari pelabuhan Multipurpose menjadi pelabuhan Petikemas


“Dalam waktu dekat, sekitar bulan Juni kami akan mendatangkan dua unit container crane dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin direlokasi ke Pelabuhan Sampit,” katanya.


Dijelaskan Totok, upaya pengembangan pelabuhan Sampit mendukung tol laut ini bukan berarti membuat jalan tol seperti di darat, tetapi jalur transportasi barang lagsung dari pulau jawa ke Pelabuhan Sampit. Seperti Semarang langsung ke Sampit, Surabaya-Sampit dan Jakarta-Sampit. 


“Setelah kita kembangkan ini maka bongkar-muat barang itu tidak lagi di sana, langsung di sini untuk wilayah Kalimantan Tengah. Nanti kalau lewat sana agen disini dibawah Banjarmasin kan mahal, itulah fungsi tol laut itu,” jelasnya.

 (FI/B-7)