DINAS Pekerjaan Umum (DPU) Barito Timur (Bartim) menjadikan program perbaikan jembatan bentang panjang maupun pendek sebagai salah satu prioritas instansi tersebut.
Menurut Kepala Dinas PU Bartim Sangkurun Alex, saat ini jembatan yang berada di bawah kewenangan kabupaten masih didominasi konstruksi kayu. Namun demikian, setiap tahun pihaknya terus berupaya melakukan peningkatan melalui penggantian bahan cor beton ataupun box culvert.
“Penggantian konstruksi memakan biaya cukup besar. Kondisi itu menjadikan kami lebih fokus terhadap perbaikannya supaya tetap mampu digunakan bagi kepentingan mobilisasi,” kata Alex, Rabu (16/3/2016).
Dirinya menjelaskan, saat ini terdapat kurang lebih 30 persen jembatan rentang pendek atau panjang satu hingga lima meter yang sudah diganti konstruksinya menggunakan box culvert. Penggantian konstruksi dilakukan supaya pemanfaatannya lebih optimal dan menyiasati sulitnya mendapatkan bahan baku kayu ulin.
Tahun ini pihaknya telah menyiapkan realisasi program itu. Dalam waktu dekat, tepatnya April mendatang, sambung Alex, pelelangan umum bakal dilaksanakan sehingga proses pengerjaan mampu dilakukan sesuai alur waktu yang ditentukan.
Mengingat penganggaran penggantian konstruksi jembatan memakan anggaran cukup besar. Sementara ini program tersebut hanya bisa dilakukan terhadap jembatan rentang pendek. Jembatan rentang panjang yang memiliki jarak diatas lima meter hanya diprioritaskan perbaikannya seperti penggantian material yang lapuk.
“Meski jembatan masuk salah satu prioritas teknis, namun disisi lain tentu pengerjaan infrastruktur lain seperti jalan dan sebagainya juga tak kalah penting. Kami terus berupaya sebaik mungkin,” tandasnya. (Tbs/B-5)


